@shutterstock

Ups, Salah Memasak Bisa Hilangkan Kandungan Gizi Lho

Pernahkah Anda memperhatikan ada orang yang memasak setengah matang? Mereka beranggapan memasak setengah matang dapat membuat tekstur makanan lebih renyah. Sebaliknya tak sedikit orang yang lebih memilih memasak sampai matang agar mudah dimakan khususnya anak-anak. Dua perbedaan memasak ini bukan hanya hal yang bisa dianggap sepele, karena benar tidaknya cara memasak akan menentukan kondisi gizi suatu makanan.

Laporan penelitian dari Harvard Health Publication, Harvard Medical School, mengatakan bila lamanya proses memasak sangat berpengaruh terhadap kondisi gizi makanan yang akan disajikan. Semakin lama memasaknya maka akan ada banyak zat gizi yang hilang. Sumber gizi yang paling mudah hilang adalah vitamin.

Vitamin banyak bersumber dari sayuran dan buah-buahan. Masukkan sayuran pada tahapan paling akhir memasak agar tidak menjadi terlalu matang. Cara ini khususnya perlu diperhatikan saat merebus maupun menumis sayuran. Selama proses memasak vitaminnya akan larut dalam air, sehingga sangat disayangkan bila ikut menguap lantaran terlalu lama memasak.

Untuk mencegah hilangnya vitamin ini, aturlah waktu yang pas dan tak lebih dari 15 menit untuk memasak sayuran maupun beberapa buah-buahan dalam olahan. Jangan menggunakan api terlalu besar, karena suhu yang telalu panas juga bisa merusak vitamin. Sedangkan cara terbaik dengan mengukusnya. Sebab, dalam proses ini makanan seperti sayuran hanya diuapkan tanpa membuat vitaminnya larut dalam air. Cukup sampai layu dan tidak terlalu matang.

Di sisi lain memasak sayuran terlalu mentah atau kurang matang juga berbahaya. Beberapa sayuran seperti bayam mengandung kalsium-oksalat penyebab asam urat yang hanya bisa keluar saat dimasak dalam air mendidih. Begitu juga dengan racun yang ada dalam kentang. Bila tidak dimasak sampai matang maka bisa menyebabkan keracunan. Oleh sebab itu, mulai perhatikan waktu, cara mengolah dan jenis makanan saat memasak, agar tingkat kematangannya pas dan nutrisinya tetap bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh.

Share artikel ini:

Artikel Terkait