Waspadai cedera kepala

Seringkali, anak terbentur kepalanya saat bermain, menangis, lalu 10-15 menit kemudian kembali bermain lagi. Tetapi, cedera kepala tak selalu berakhir “happy ending” seperti itu.

Benturan kepala yang cukup keras dapat menyebabkan benjol dan sakit kepala, ditambah bila kulit kepala terluka dan ada darah yang mengalir. Panik? tentu. Tetapi, tanpa benjolan atau pun darah, Anda tetap perlu mewaspadai bila anak memperlihatkan tanda-tanda bahaya.

Tanda-tanda bahaya:

  • Sakit kepala bertambah berat
  • Bicaranya jadi terganggu
  • Pusing, kepala berputar yang terjadi berulang
  • Muntah lebih dari dua kali
  • Menabrak-nabrak benda saat berjalan
  • Keluar darah atau cairan dari hidung dan telinga
  • Sulit dibangunkan, tampak mengantuk terus
  • Anak manik-manik mata (pupil) tidak sama lebarnya
  • Kejang

Untungnya, kebanyakan cedera kepala tidaklah berbahaya, paling-paling si kecil mengeluh sakit kepala saja. Yang penting, Anda sudah menyingkirkan tanda-tanda bahaya.

  • Bila anak mengeluh sakit kepala, mintalah ia tiduran. Tetap amati apakah anak tetap sadar atau perlahan-lahan menurun kesadarannya.
  • Jika kepala terluka, tekan luka dengan kain bersih atau perban sekitar 10 menit untuk menghentikan perdarahan. Bila lukanya kecil, cukup dibersihkan dengan antiseptik, dan diperban. Tetapi jika terus mengeluarkan darah, mungkin anak Anda memerlukan bantuan benang jahit untuk merapatkan luka. Anda perlu membawa si kecil ke Unit Gawat Darurat.
  • Jika benturan cukup keras dan Anda khawatir terjadi sesuatu dengan kepalanya, bawalah anak ke rumah sakit. Mungkin saja, dokter akan menyarankan Anda untuk CT Scan atau Rontgent kepala. CT Scan memang lebih unggul karena dapat melihat gambaran otak sekaligus tulang tengkorak. Anda bisa mengetahui apakah ada robekan jaringan, pembengkakan, atau perdarahan. Sedangkan rontgent terbatas hanya untuk melihat ada patah tulang atau tidak.

Luka
Luka di kulit kepala bervariasi dari sekedar benjol, luka kecil, hingga luka yang mengeluarkan darah. Sebenarnya luka tak berkorelasi dengan bahaya. Tetapi, luka yang cukup luas bisa menandakan benturan cukup hebat.

Patah tulang tengkorak
Semua patah tulang berbahaya, untungnya hanya terjadi 6-14% dari kasus benturan kepala. Gejalanya bisa sangat jelas tetapi bisa sebaliknya. Anak tidak tampak luka, tetapi kemudian ia mual, muntah, lemas, dan tampak memar di kedua matanya atau keluar cairan bening di telinga dan hidung.

Kerusakan saraf
Inilah kondisi yang paling sering menyebabkan koma dalam jangka lama. Biasanya pada benturan yang sangat kuat, misalnya benturan kepala pada kecelakaan lalu lintas. Harus dirawat dan ditangani di rumah sakit.

Singkatnya bila si Kecil mengalami benturan kepala dan Anda dapati adanya salah satu atau lebih ‘tanda bahaya’ jangan menunda, segera bawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas gawat darurat dan rawatan intensif serta sarana pemindai lebih lengkap misalnya foto Rontgen, CT Scan, laboratorium

Referensi:

  • American Academy of Pediatrics. Minor head injury in children. 2001
  • Stoppard M. Baby&child healthcare. Dorling Kindersley, London. 2001

(Sahabat Nestlé bekerja sama dengan Majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait