©shutterstock

Cacar Air Hanya Terjadi Sekali Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa Ibu pernah menyebutkan cacar air hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Bila sudah pernah mengalami cacar air saat masih kecil, biasanya tak akan mengalami lagi ketika sudah dewasa. Entah itu sebagai hiburan buat si kecil atau mungkin fakta yang memang ada kebenaran ilmiahnya.

Cacar air sendiri merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Penularannya lewat perantara udara atau dikenal juga dengan penyebaran virus secara aerogen. Gejala cacar air ditandai dengan munculnya pilek, demam, mudah merasa lelah, lesu dan lemah. Selanjutnya berangsur-angsur menimbulkan bintik merah pada kulit.

Mulanya bintik merah ini berukuran kecil dan terjadi di area dada. Namun, seiring dengan masa infeksinya, bintik merah akan muncul di bagian perut, punggung hingga tangan, kaki dan wajah. Pada tahapan berikutnya, bintik merah akan berubah menjadi ruam yang berisi cairan bening dengan selaput yang tipis. Biasanya disertai dengan rasa gatal hingga membuat anak-anak ingin sekali untuk menggaruknya.

Sebenarnya, bila dibiarkan saja, ruam ini akan mengering dan terlepas dengan sendirinya. Kemudian meninggalkan bercak hitam yang lama-lama akan memudar dan tak meninggalkan bekas lagi. Namun, bila ruam ini digaruk justru akan menimbulkan bekas yang dalam. Bercak hitam yang ditimbulkan pun akan lebih lama untuk hilang. Masa infeksi ini akan terjadi selama 5 hari dan selama itu pula kebersihan penderita terjaga agar tidak memperluas penularannya.

Laporan dari Journal Paediatric and Child Health mengemukakan secara umum cacar air akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Vaksin cacar air yang pernah diberikan pada anak-anak saat imunisasi memang baru bekerja saat anak usia di atas 12 bulan. Vaksin ini akan memblokir virus penyebab cacar datang lagi. Di samping itu, seiring dengan tumbuh kembang anak akan daya tahan tubuhnya akan semakin meningkat, sehingga gangguan cacar air yang pernah dialaminya tak akan terjadi dua kali. Adapun bila hal ini terjadi berulang diakibatkan imunitas tubuh yang belum kuat dan hanya terjadi sebagian kecil saja.

Share artikel ini:

Artikel Terkait