Hypnobirthing, Persiapan Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit

Proses melahirkan seringkali dianggap sebagai keajaiban, meski seringkali banyak Ibu yang takut dalam persiapan melahirkan normal. Ketakutan akan sakit yang dirasakan saat proses melahirkan menjadi alasan utamanya. Bila terus memikirkan hal ini, Ibu bisa stres dan justru membuat proses melahirkan jadi semakin sulit.

Untuk mengatasi stress dan ketakutan saat melahirkan bisa mencoba terapi hynopbirthing. Hynobirthing merupakan proses hypnotherapy saat proses melahirkan normal. Dengan melakukan hynobirthing, diharapkan Ibu bisa mengurangi rasa takut dan tekanan saat persiapan melahirkan normal sehingga proses melahirkan bisa dilakukan dengan lancar. Hynopbirthing bisa dikatakan juga sebagai obat penghilang rasa sakit yang alami sebelum melahirkan, sehingga Ibu tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan pengurang rasa sakit lainnya.

Saat persiapan melahirkan normal, Ibu seringkali merasa sakit atau takut. Hormon-hormon stres (adrenaline) akan membanjiri tubuh. Adrenaline akan mengurangi aliran darah ke rahim dan saluran pencernaan, malah lari ke kaki sehingga membuat Ibu merasa ingin melarikan diri. Hasilnya, otot-otot rahim tidak akan berfungsi dengan baik dan membuat proses melahirkan lebih lama dan melelahkan. Disinilah hypnobirthing diperlukan, untuk membuat Ibu merasa tenang dan santai saat akan melahirkan.

Menurut riset American Psychological Association (2000), keuntungan hynopbirthing adalah mempersingkat proses melahirkan, mengurangi rasa sakit saat kontraksi dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Hypnobirthing dilakukan dalam kelas, biasanya saat usia kehamilan mencapai 25-29 minggu. Dalam kelas hynopbirthing, Ibu akan belajar posisi-posisi saat melahirkan, mengatur napas agar lebih rileks dan teknik-teknik bernapas.

Ajak Suami untuk berpartisipasi dalam kelas hypnobirhting, sehingga Ibu dan suami bisa sama-sama belajar teknik-teknik agar tetap santai selama proses melahirkan berlangsung. Kelas hypnobirthing biasanya tersedia di beberapa rumah sakit atau hubungi dokter kandungan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait