©shutterstock

Kenali Gejala Morning Sickness Saat Hamil

Sekitar 70-85% perempuan mengalami morning sickness pada awal kehamilannya, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, asosiasi professional dokter yang mengkhususkan diri dalam kebidanan dan ginekologi di Amerika Serikat. Walau menggunakan istilah tersebut, kenyataannya gejala-gejala yang menyertainya bisa terjadi setiap saat sepanjang hari.

Bagi Anda yang mengalami kehamilan pertama, mungkin masih belum paham tentang gejala-gejala morning sickness. Simak penjelasannya berikut ini ya.

Mual dan Muntah

Mual merupakan gejala ketidaknyamanan perut yang sering datang sebelum muntah. Muntah sendiri merupakan tindakan pengosongan isi lambung melalui mulut. Gejala morning sickness berkisar dari mual ringan, mual sesekali, sampai yang parah, dan biasanya berkembang seiring dengan meningkatnya kadar hormon kehamilan. Hasil penelitian dari University of Maryland Medical Center, melaporkan hormon yang mengalami kenaikan adalah Human Chorionic Gonadotropin (HCG), estrogen, dan progesterone. Ibu hamil yang diprediksi dengan bayi kembar memiliki peningkatan hormon yang lebih besar, sehingga cenderung mengalami mual dan muntah yang lebih parah. Mual dan muntah biasanya hilang setelah mencapai 12-14 minggu kehamilan. Jika mengalami mual dan muntah berat, yang berakibat tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh, segera hubungi dokter karena dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Untuk mengatasinya, diperlukan infus cairan atau obat yang diresepkan. Dalam beberapa kasus, ibu hamil akan diminta tinggal di rumah sakit sampai kondisinya pulih.

Sensitif Terhadap Bau

Kepekaan yang tiba-tiba terhadap bau tertentu adalah gejala awal morning sickness. Gejala ini diyakini menunjukkan beberapa zat yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi kehamilan. Hal ini tampaknya logis, mengingat beberapa zat yang dapat memicu gejala ini berasal dari asap rokok, daging hangus, atau daging mentah, demikian penjelasan Elizabeth Moore, MD,  praktisi kesehatan yang memiliki sertifikasi perawat asal Amerika Serikat.

Keengganan Terhadap Makanan Tertentu

Banyak perempuan mengalami keengganan memakan makanan yang digoreng, berminyak, pedas, dan makanan olahan pada awal kehamilan, seperti yang ditulis Amber Canaan, MD, praktisi kesehatan sekaligus perawat berlisensi resmi dari Pediatric Oncology, Cabarrus College of Health Sciences di laman resmi Livestrong Foundation. Seperti kepekaan pada bau tertentu, keengganan perempuan terhadap suatu makanan datang tiba-tiba dan dikaitkan dengan tanda pertama dari morning sickness. Hal ini diduga merupakan respon insting untuk melindungi kehamilan, dengan memastikan Bunda menghindari makanan yang berpotensi bahaya bagi tumbuh kembang janin.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu ibu hamil memahami tanda-tanda morning sickness, pada awal kehamilannya ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait