Kram Saat Menstruasi, Wajarkah?

a763ef72bc9c889a76e289d591513049bf0791d4.jpeg

Tidak sedikit perempuan yang mengalami nyeri perut di bagian bawah saat sebelum dan selama perode menstruasi atau datang bulan. Bagi beberapa perempuan, kram dapat menjadi cukup parah sehingga mengganggu aktivitas selama beberapa hari.

Kenali dulu penyebab kram karena menstruasi atau dysmenorrhea ini sebelum melakukan perawatan atau pencegahan yang dibutuhkan ya.

Tanda-tanda Kram Menstruasi

Beberapa tanda yang bisa disebut sebagai kram saat menstruasi adalah ketika mengalami nyeri di perut bagian bawah dan menyebar hingga pinggul, punggung bawah, dan bagian dalam paha. Untuk kasus yang parah, kram dapat disertai dengan mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga mengalami pingsan.

Penyebab Kram Saat menstruasi

Setiap bulan, lapisan dalam rahim atau endometrium biasanya terbentuk dalam persiapan untuk kemungkinan kehamilan. Setelah ovulasi, jika sel telur tidak dibuahi maka lapisan rahim lama akan rusak sekaligus melepaskan senyawa molekul prostaglandin, penyebab otot-otot rahim untuk berkontraksi. Kondisi inilah yang menyebabkan menstruasi dengan menekan jaringan endometrium keluar melalui leher rahim dan vagina. Kontraksi yang terlalu kuat dapat menekan pembuluh darah di dekatnya, memotong pasokan oksigen ke jaringan otot rahim sehingga menyebabkan nyeri. Selain itu, leukotrienes, bahan kimia yang berperan dalam respon inflamasi yang terkait dengan kram menstruasi juga meningkat. Demikian penjelasan dari Melissa Conrad Stoppler, MD, spesialis di bidang Experimental and Molecular Pathology di University of North Carolina.

Meredakan Kram

Ada beberapa cara efektif untuk meredakan kram saat menstruasi seperti meminum obat pereda nyeri, menempatkan botol air panas di punggung bawah atau perut, banyak beristirahat, menghindari makanan tinggi kafein dan garam, serta memijat punggung bawah dan perut. Teratur berolahraga merupakan kegiatan yang dapat membantu mencegah kram datang setiap menstruasi terjadi.