Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Makanan yang dikonsumsi Ibu selama masa kehamilan sejak zaman dahulu memiliki banyak mitos. Jika selama ini Ibu dibingungkan dengan mitos-mitos tersebut, Ibu perlu berkonsultasi ke dokter guna mengetahui kebenaran mengenai makanan-makanan tersebut. Makanan-makanan berikut ini banyak dianggap membahayakan ibu hamil, tetapi ternyata makanan ini aman. Berikut kita simak mitos dan fakta makanan selama masa kehamilan :

  1. Keju

Bagi Ibu yang menyukai keju, tidak perlu takut terhadap panganan yang satu ini.  Beberapa jenis keju seperti Brie, Feta, dan Gorgonzola sebelumnya berpotensi mengandung bakteri Listeria yang dapat menyebabkan penyakit Listeriosis. Listeriosis adalah penyakit yang dapat memberi dampak pada janin, misalnya kelahiran prematur atau bahkan keguguran. Namun, keju ini kini teruji aman oleh Food and Drug Administration apabila dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi. Jadi, keju bersifat aman dan tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

  1. Madu

Menurut The National Honey Board, pada madu terdapat kandungan spora botulinum yang mampu menyebabkan kerusakan pada tubuh anak dibawah 1 tahun, bahkan kematian. Tetapi, hal tesebut bukan berarti madu menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pencernaan ibu memiliki bakteri yang dapat melindungi janin dari botulinum. Botulinum yang masuk ke dalam tubuh akan lenyap ketika berada di usus Ibu. Oleh karena itu, ibu hamil dan janinnya tidak dapat terinfeksi oleh botulinum.

  1. Daging olahan

Daging olahan yang diiris-iris serta disajikan dingin, seperti salami, pastrami, meatloaf, corned beef, serta chicken/turkey breast juga sempat disebut sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena risiko terkena bakteri listeria. Padahal, Ibu tetap dapat mengonsumsi daging olahan ini apabila dipanaskan secara benar agar bakteri tersebut hilang. Namun, perlu ibu ingat bahwa daging sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena kandungan lemak jenuh dan natrium dalam daging olahan ini tinggi.

Selama masa kehamilan, Ibu tentunya dapat mengonsumsi aneka makanan, namun jangan mengandalkan jenis makanan yang sama setiap hari serta porsi yang berlebihan. Nutrisi dari variasi makanan yang dikonsumsi Ibu tentunya juga akan bermanfaat bagi kondisi kesehatan janin.

Share artikel ini:

Artikel Terkait