@shutterstock

Memahami Bahaya Kanker Serviks

Semua perempuan ingin memiliki hidup yang sehat. Salah satu penyakit yang ingin dihindari adalah kanker serviks. Penyakit ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus dan dapat dipicu oleh kebiasaan buruk merokok, gonta-ganti pasangan, pola makan yang buruk, dan stres berkepanjangan. Pertumbuhan sel-sel yang tidak seharusnya di bagian servik dapat menyebar ke organ lain dan meningkatkan risiko kematian.

Kenali bahaya penyakit kanker serviks dalam setiap tahapan dan cara penanganannya, agar tidak menjadi semakin parah.

Menyebar ke Kalenjar Getah Bening

Walaupun dikategorikan sebagai bentuk awal kanker, dokter sering menganggapnya sebagai pra-kanker karena sel-sel kanker hanya ada di lapisan permukaan serviks dan tidak tumbuh lebih dalam lagi. Tanda-tanda yang dapat dirasakan adalah pendarahan di luar jadwal menstruasi atau setelah melakukan hubungan intim, periode menstruasi menjadi lebih panjang, dan pendarahan setelah melewati masa menopause. Selain itu, perempuan yang terkena kanker serviks mengalami sakit pada panggul dan peningkatan keputihan. Jika tidak ditangani lebih lanjut, kanker dapat menyebar melalui darah atau menyerang pembuluh getah bening. Cara pengobatan yang bisa dilakukan adalah melalui jalan operasi dan kemoterapi pada bagian panggul.

Menyerang Perut

Biasanya jika kanker telah menyebar ke kalenjar getah bening, ada kemungkinan telah mengenai bagian tubuh lain, seperti perut. Dokter akan merekomendasikan memeriksa kalenjar getah bening yang berada di atas perut. Jika terbukti positif, akan disarankan untuk melakukan tes selain biopsi untuk melihat seberapa parah penyebaran kanker ini. Selain itu, penderita akan mendapatkan kemoterapi untuk mematikan dan menghentikan penyebaran sel-sel kanker.

Stadium Akhir

Jika mendapatkan diagnosis stadium akhir, kanker tidak hanya menyerang serviks tapi juga telah menyebar ke panggul hingga area lain di dalam tubuh. Pilihan pengobatan termasuk terapi radiasi, digunakan untuk meringankan gejala kanker yang ada di daerah-daerah dekat tulang rahim, paru-paru, dan tulang.

Untuk menurunkan risiko terkena kanker serviks, ada baiknya untuk mendapatkan vaksin HPV yang diberikan mulai umur 9-26 tahun. Bisa juga dengan melakukan cancer screening test untuk mengetahui adanya tanda-tanda mengidap kanker serviks. Semakin awal terdeteksi, penanganan akan semakin mudah dan peluang untuk sembuh total juga besar.

Share artikel ini:

Artikel Terkait