@shutterstock

Mengenal Endometriosis yang Mengganggu Kesehatan Ibu

Kram perut yang sering terjadi kala musim menstruasi sudah menjadi hal yang biasa bagi perempuan. Peluruhan endometrium terjadi selama proses menstruasi memang bisa menyebabkan rasa sakit. Sel telur yang tidak dibuahi ini akan dikeluarkan dari rahim sebelum akhirnya membentuk sel telur yang baru. Di sisi lain, siklus menstruasi ini juga bisa mencegah timbulnya penyakit yang berhubungan dengan endometrium.

Berbicara tentang endometrium, ada penyakit yang dikenal sebagai endometriosis. Gangguan ini kerap mengganggu kesehatan ibu. Apa sih sebenarnya endometriosis itu? Tim kesehatan dari Mayo Clinic  menjelaskan endometriosis merupakan gangguan pada rahim yang begitu menyakitkan. Hal ini karena endometrium atau sel telur yang terbentuk di dalam rahim, tiba-tiba terbentuk di bagian luar rahim. Endometriosis terjadi di area ovarium, tetapi bisa menyebar rasa sakitnya hingga ke pinggul.

Lebih lanjut para peneliti senior Mayo Clinic yang dipimpin oleh Dr. Roger Harms menambahkan, seharusnya siklus menstruasi dapat mengeluarkan sel telur yang telah rusak keluar tubuh. Pada kasus endometriosis, sel telur ini tak bisa dikeluarkan dan terperangkap dalam ovarium. Imbasnya akan terbentuk kista dalam endometrium yang disebut sebagai endometrioma.

Bagi jaringan tubuh yang ada di sekitar ovarium akan mengalami iritasi dan membuat sebagian organ reproduksi tak berjalan secara normal. Efek lain yang bakal muncul dari penyakit endometriosis ini timbulnya nyeri yang teramat parah, terutama saat bersamaan dengan siklus menstruasi yang sedang terjadi. Dr. Roger melanjutkan nyeri yang terjadi selama endometriosis ini dapat berlangsung selama proses buang air besar atau kecil maupun hubungan seksual.

Biasanya rasa nyeri ini akan terjadi di bagian panggul bawah hingga kram pada perut. Gejala lainnya akan membuat Anda mudah mengalami lelah, diare, sembelit, kembung atau mual selama menstruasi. Cara yang paling tepat untuk menanganinya segera pergi ke dokter. Hal ini untuk mengantisipasi efek jangka panjang dari endometriosis ini. Selain itu, pemeriksaan ke dokter ditujukan pula untuk membantu mengembalikan siklus menstruasi secara normal. Demikian yang disampaikan oleh para tim peneliti dari Mayo Clinic.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait