Mitos Makanan Sehat yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Mitos Makanan Sehat yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, Ibu pasti sering mendapatkan nasihat dan mitos yang beredar dari orang-orang terdekat maupun di sekitar, mulai dari makanan yang harus dikonsumsi, pantangan, hingga berbagai kebiasaan yang harus dilakukan maupun dihindari. Padahal tidak semua mitos itu benar adanya.

Apalagi yang terkait soal makanan, terkadang Ibu mempercayainya hingga menghindari mengonsumsi makanan yang dianggap mitos tersebut, padahal makanan tersebut dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil. Agar Ibu tidak disesatkan oleh mitos-mitos kehamilan yang beredar, berikut ini adalah penjelasan untuk membedakan mana yang mitos dan fakta dari berbagai sumber dan para ahli kesehatan.

 

Makan untuk dua orang

Memang ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk perkembangan janin yang dikandungnya. Menurut Frances Largeman-Roth, RD, ahli nutrisi dari situs Health, memang benar bahwa zat gizi yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, contohnya seperti kebutuhan kalsium menjadi 1200 mg dan zat besi menjadi 27-30 mg, namun ternyata itu hanya sepertiga dari asupan normal yang dibutuhkan. Jadi bukan berarti ibu hamil harus makan lebih banyak. Bila Ibu makan berlebihan, maka asupan kalori yang berlebih tersebut akan membuat tubuh kegemukan, yang akan memicu berbagai komplikasi kehamilan yang berbahaya.

 

Seafood               

Mengonsumsi makanan laut memang menjadi salah satu pantangan makanan bagi ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan bahwa beberapa jenis makanan laut mengandung logam merkuri yang berkadar tinggi, sehingga bisa menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.

Namun faktanya, asupan omega-3 yg banyak berasal dari makanan laut sangat dibutuhkan saat hamil. Kekurangan asupan omega-3 selama masa kehamilan bisa mengakibatkan masalah kelainan tumbuh kembang pada janin. 

Menurut ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, saat trimester awal memang benar sebaiknya kurangi konsumsi seafood karena kondisi janin yang dikandung masih rentan, demi menghindari risiko keracunan janin dan keguguran. Sedangkan saat memasuki trimester ketiga, kondisi janin sudah kuat, sehingga makanan laut disarankan untuk dikonsumsi karena mengandung protein, omega-3 dan lemak esensial yang baik.

Namun tidak semua jenis makanan laut bias dikonsumsi oleh ibu hamil. Charles Santerre, ahli penyakit dan nutrisi, menyarankan agar sebaiknya hindari ikan besar, seperti ikan tuna dan mackerel, karena dikhawatirkan menimbun logam berat. Lebih baik Ibu memilih untuk mengonsumsi ikan salmon karena tingkat terkontaminasi logam berat yang cukup rendah dan memiliki kandungan Omega 3 tinggi.

 

Teh Hijau

Dikatakan teh hijau kaya akan antioksidan yang baik untuk kesehatan Ibu, namun faktanya teh hijau ini mengandung kafein tinggi yang akan meningkatkan denyut jantung dan metabolisme, sehingga Ibu mudah merasakan stress. Selain itu, teh hijau juga tidak baik untuk janin, karena kafein dapat menembus plasenta yang akan memicu kontraksi. Hal ini diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Kaiser Permanente Division of Research bahwa konsumsi kafein akan melipatgandakan risiko keguguran.

Namun tenang, Ibu tidak harus pantang kafein, tetapi Ibu perlu menguranginya. NSW Health (Lembaga Kesehatan New South Wales) merekomendasikan bahwa ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 200 mg kafein sehari. Hal ini setara dengan dua gelas kopi instan atau empat cangkir teh.

 

Mangga Muda

Saat hamil muda, Ibu kerap menginginkan makan buah dengan rasa asam seperti mangga muda atau buah lainnya untuk mengurangi rasa mual. Namun pada kenyataannya, perasaan mual bisa diredakan dengan makanan yang kaya akan serat seperti biskuit atau roti gandum. Konsumsi mangga muda atau buah asam lainnya dikhawatirkan akan membuat Ibu merasa semakin mual karena rasa asam berlebihan dan juga berisiko mengiritasi lambung.

 

Nanas

Seringkali Ibu mendengar buah nanas dianggap dapat menyebabkan keguguran dalam kehamilan. Padahal mitos tersebut tidak benar sama sekali, justru nanas memiliki kandungan yang baik untuk ibu hamil. Nanas merupakan sumber serat dan vitamin C yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu memperlancar buang air besar selama kehamilan. Sebaiknya pilih buah nanas yang sudah matang ya Bu.

 

Kacang Hijau

Ibu hamil sering dianjurkan untuk sering mengonsumsi bubur kacang hijau agar rambut bayi yang dikandungnya bisa tumbuh tebal. Jelas tidak ada korelasi antara rambut tebal dan kacang hijau. Faktanya, tebal tipisnya rambut bayi tergantung dari gen kedua orangtuanya. Tapi anjuran untuk lebih serng mengonsumsi kacang hijau memang benar, karena mengandung serat tinggi, vitamin B1, B6 dan B12 yang bisa membantu ibu hamil yang mengalami konstipasi.

 

Air Es

Banyak yang mengatakan bahwa minum air es dapat menyebabkan bayi besar. Hal tersebut tidaklah benar, Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K) meluruskan mitos tersebut dengan mengindikasikan bahwa yang menjadi masalah adalah bahan lainnya yang diminum bersama dengan air es tersebut. Jika Ibu mengonsumsi air es dengan minuman atau makanan manis yang mengandung gula berlebihan tentu akan menimbulkan risiko kegemukan, sehingga membuat berat badan naik dan juga berpengaruh pada berat janin di dalam kandungan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait