Menggigit Es Batu

3 Kerugian Punya Kebiasaan Gigit Es Batu

Krak... suara gigi menggigit es batu begitu terdengar saat mencoba untuk menghancurkannya. Kebiasaan seperti ini termasuk sering dilakukan, bahkan oleh orang dewasa sekalipun. Kesan seru dan merasa memiliki gigi yang kuat masih menjadi alasan kenapa orang mau melakukannya. Padahal menggigit es batu memiliki dampak buruk bagi kesehatan gigi.

Apa saja kerugian membiasakan menggigit es batu bagi gigi? Simak ulasan berikut.

Membuat gigi retak
Sekilas mengunyah es batu memang tak berdampak apa-apa bagi gigi. Hanya sedikit ngilu saat memaksa mengunyahnya. Namun, dokter gigi dari Medicine Net drg Donna Bautista mengungkapkan setiap gigi yang memaksa untuk mengunyah es batu akan memicu keretakan. Bila dibiarkan lebih lama, keretakan ini akan membesar dan membuat gigi mudah patah.

Baca Juga : Perlukah Menyambung Gigi Patah

Merasa ngilu
Hal lain yang tak boleh diremehkan adalah timbulnya ngilu pada gigi. Rasa ini sebagai respons bahwa gigi sudah tak kuat mengunyah maupun menggigit suatu benda. Es batu bukan saja memiliki tekstur yang keras tetapi juga memiliki suhu yang sangat berlawanan dengan suhu tubuh. Menurut Donna, efek jangka panjang akan membuat saraf yang ada di gigi rusak.

Mudah lepas
Jika saraf pada enamel gigi banyak yang rusak, maka fungsi gigi tidak akan bisa berjalan normal. Bahkan cukup sulit untuk merasakan beragam benda yang digigit maupun dimakan. Drg. Donna menyebut akibat yang paling mudah terjadi adalah gigi akan lebih mudah lepas terutama pada anak-anak.

Maka dari itu, jika sudah mengalami gejala yang sensitif pada gigi segeralah menjauhi makanan tersebut. Anda bisa menggantinya dengan minum air es yang tak terlalu berbahaya bagi kekuatan dan kesehatan gigi. Namun, sekali lagi jangan memaksakan diri.

Apabila dokter sudah pernah memberitahukan gigi Anda adalah gigi sensitif, hindari minuman yang terlalu dingin maupun panas. Konsumsi makanan sehat yang tak terlalu keras, mudah kunyah, dan tentunya terus mendukung kesehatan gigi baik Anda, si kecil maupun keluarga.

Share artikel ini:

Artikel Terkait