vote

Macam-Macam Penyakit Lupus dan Gejalanya

Lupus merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Bila semakin parah, penyakit ini menyerang jaringan dan organ-organ dalam tubuh yang ditandai dengan inflamasi (peradangan) di kulit dan persendian, kemudian merambat ke sel darah, paru-paru dan jantung.

  • Rate Artikel ini

Lupus merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Bila semakin parah, penyakit ini menyerang jaringan dan organ-organ dalam tubuh yang ditandai dengan inflamasi (peradangan) di kulit dan persendian, kemudian merambat ke sel darah, paru-paru dan jantung.

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, tergantung cara terjangkit dan penularannya, yaitu:

1. Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)

Lupus SLE merupakan yang paling sering terjadi (70 persen kasus di dunia). Gejala umumnya termasuk kelelahan, peka terhadap sinar matahari, rambut rontok, nyeri sendi dan bengkak, demam, ruam kulit dan sakit ginjal. Berat atau tidaknya lupus SLE tergantung dari organ tubuh mana yang diserangnya. Untuk mengetahui pasti apakah terjangkit penyakit ini atau tidak, perlu kombinasi dari gejala-gejala fisik yang terlihat dan hasil laboratorium.

2. Cutaneus Lupus Erythematosus (CLE)

Lupus CLE gejalanya terlihat d kulit. Bila terserang penyakit ini, kulit akan mengalami ruam kemerahan, rambut rontok, pembuluh darah membengkak, bisul, dan sensitif terhadap sinar matahari. Untuk memastikan, dokter harus memeriksa sampel kulit dengan mikroskop untuk tahu apakah memang benar menderita lupus CLE.

3. Lupus karena Obat-Obatan

Penyakit lupus juga bisa menyerang orang yang sering mengkonsumsi obat-obat untuk kondisi kronis seperti kejang dan tekanan darah tinggi. Obat yang digunakan biasanya adalah procainamide, hydralazine, fenitoin, etanercept dan adalimumab.  Gejalanya bisa berupa nyeri sendi, otot serta demam ringan. Seringkali penyakit ini akan hilang bila penggunaan obat-obat tersebut dihentikan.

Tak hanya itu saja, penyakit lupus juga ternyata identik dengan ras-ras tertentu. Orang-orang asal Afrika, Latin dan Asia memiliki resiko terserang lupus lebih tinggi daripada orang Eropa atau ras Kaukasian. Para ahli belum bisa menemukan penyebab hal ini.

Artikel Terkait

Terbaru