Manfaat Kesehatan Donor Darah

Donor darah bukan saja menguntungkan bagi penerimanya, terlebih bagi yang mendonorkannya. Lebih dari sekadar kepuasan dalam memberi, dan munculnya perasaan altruistk, pendonor juga ikut diuntungkan sosok kesehatannya. Bukan semata dalam hal menolong nyawa orang yang membutuhkannya, pemberian darah juga mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, selain menekan risiko terkena kanker juga. Mari kita membahasnya di sini.

KITA dapat menanyakannnya kepada mereka yang rutin mendonorkan darahnya gerangan apa yang dirasakannya. Jawabannya kurang lebih akan sama. Bahwa mereka merasa lebih bugar, tampak sehat, dan segar. Selebihnya kita membacanya dari laporan sejumlah studi, bahwa mendonorkan darah ternyata banyak manfaatnya. Apakah saja?

Enam manfaat kesehatan
Pertama, paling tidak kita mendapat pemeriksaan kesehatan gratis untuk dilihat kondisi darah kita secara umum setiap kali sebelum mendonorkan. Secara rutin sebelum diambil darah tentu diperiksa terlebih dulu kondisi dan tekanan darah kita. Hal ini penting untuk diri kita sendiri, dan itu bermanfaat besar juga bagi kita sebagai pendonor.

Kedua, dari banyak studi yang pernah dilakukan, paling tidak dengan mendonorkan darah secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Mengapa? Oleh karena dengan rutin memberikan darah, kadar zat besi yang menumpuk dalam darah secara berlebihan, dapat dikurangi. Kita tahu zat besi tidak boleh terlampau menumpuk dalam aliran darah. Jika zat besi dibiarkan bertambah banyak beredar, bisa buruk akibatnya bagi jantung dan sistem sirkulasi darah.

Bagi mereka yang berisiko, atau sudah mengidap penyakit jantung, tentu akan mendapatkan keuntungan tambahan dari mendonor darahnya secara rutin berkala. Bahkan pada beberapa kasus jantung dan stroke, sengaja dibuang sebagian kecil darah bila dinilai kelewat kental. Metode penyaringan darah, sebagai cara mencegah sumbatan baru atau sumbatan ulang pada koroner, dilakukan dengan cara membuat darah lebih diencerkan.

Ketiga, dengan mendonorkan darah, tubuh mengalami kehilangan sejumlah darah. Kondisi demikian akan merangsang sumsum tulang tubuh sebagai pabrik pembuat sel darah merah untuk memproduksi sel darah merah lebih banyak. Perasaan segar dan bugar sehabis mendonor adalah suatu tanda tubuh memproduksi sel darah merah baru yang lebih muda dan segar.

Keempat, ada juga studi yang menemukan bahwa terdapat kaitan mendonor darah dengan lebih lekasnya upaya menurunkan berat badan. Mendonorkan darah akan membantu menurunkan berat badan juga. Penjelasannya, bahwa setiap kali mendonorkan darah sekitar 450 cc, tubuh akan kehilangan kalori sebesar 650 Kkal, atau sepertiga jumlah kalori harian.

Kelima, barang tentu mereka yang mendonorkan darah akan menumbuhkan perasaan sejahtera dalam dirinya lantaran sudah memberikan pertolongan kepada orang lain. Keindahan rasa dalam memberi itu yang menambah rasa sejahtera. Apalagi kalau darah yang kita berikan itu sudah menolong nyawa orang lain, dan terlebih bila yang ditolong lebih dari satu orang.

Keenam, bahwa dengan mendonorkan darah yang dilakukan secara rutin, juga mampu mencegah risiko terkena kanker. Studi di Miller-Keystone Blood Center, Skandinavia, menunjukkan hal itu. Risiko kanker jauh lebih rendah pada kelompok orang yang sama bagi yang rutin mendonorkan darahnya dibandingkan yang tidak melakukannya.

Tampak lebih segar
Jadi kalau diamati, betapa beruntungnya mereka yang terbiasa mendonorkan darahnya secara rutin sepanjang hayatnya. Sudah mulia dan luhur sikap yang orang terima dari pemberian darahnya, pendonor sendiri memperoleh keuntungan ganda terhadap kesehatan jiwa-raganya. Pahala ganda ini yang mestinya mendorong lebih banyak orang untuk mau melakukannya sebagai bagian dari sikap sosial dalam hidupnya.

Sebagaimana sudah diungkap di atas, bukan saja manfaat mendonor darah yang tidak kelihatan sebagaimana sudah diulas di atas, mereka yang rajin mendonorkan darahnya rata-rata kelihatan tampil lebih segar.

Sudah barang tentu bakal seperti itu. Bagaimana tidak, oleh karena sel-sel darah merah tubuh selalu diproduksi baru. Sel-selnya lebih muda, lebih segar, dan mampu mengikat oksigen lebih banyak. Fungsi sel darah merah begini yang memunculkan tampilan segar pada mereka yang rutin mendonorkan darahnya.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait