Mengatasi Lingkar Kusam Sekitar Mata

Tak jarang kita menemukan orang yang memiliki kulit di sekitar mata yang kusam, dan mungkin juga lebih mengendur. Mengapa bisa seperti itu? apakah dapat dicegah?atau harus diterima begitu saja? Dan kalau sudah begitu, apakah masih bisa dikoreksi? Kita akan membicarakannya di sini.
Ada sejumlah penyebab mengapa kulit di sekitar mata kita, khususnya di bagian bawah mata, tidak semulus kulit yang lain. Bukan saja dapat merusak pemandangan paras wajah, tapi juga dapat membuat orang kelihatan lebih tua dan kurang sehat bila kulit di bawah mata lebih kelam dari sekitarnya.

Enam penyebab
Ada sekitar enam penyebab mengapa kulit di sekitar mata lebih kusam dan gelap dibanding kulit sekitarnya. Terutama bagi yang berkulit lebih putih, akan kelihatan lebih kontras oleh kehadiran kulit sekitar mata yang lebih gelap.

  1. Cahaya Matahari.
    Kita tahu cahaya matahari tidak semuanya menyehatkan. Hanya cahaya matahari pagi yang tubuh butuhkan. Selain untuk mengolah vitamin D, juga baik untuk kesehatan kulit. Cahaya matahari dapat membuat kulit menjadi lebih kemerahan dan segar, namun tidak demikian bila paparannya berlebihan dan berlangsung dalam waktu lama.
    Sekarang kita sadar pengaruh Global Warming, cahaya ultraviolet yang tubuh butuhkan itu dampaknya sudah melebihi dibanding sebelumnya. Begitu pula dengan cahaya ultrared yang panas itu pun juga sudah berubah sifatnya. Maka paparan cahaya matahari sekarang lebih merugikan kulit, terutama terhadap kulit di sekitar mata.
    Kulit di sekitar mata bersifat khusus. Selain lebih tipis, di bawahnya sangat kaya dengan pembuluh darah. Banyaknya pembuluh darah tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit yang bersifat khusus ini. Namun konsekuensinya, bila pembuluh darah yang ada di sekitar mata tersebut tidak terpelihara dengan baik, maka akan mudah dan cepat rusak, sehingga berakibat akan mengubah warna kulit dan sifat kekencangannya terutama apabila pasokan makanannya terganggu.
    Pembuluh darah sekitar mata menjadi terganggu dan rusak apabila untuk waktu lama sering terpapar cahaya matahari. Maka hanya dengan cara menghindar dari paparan yang tak menyehatkan itu, kusam dan kendurnya kulit di sekitar mata dapat dicegah.
  2. Kekurangan Nutrisi.
    Gizi menjadi penting karena apa yang kita konsumsi juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit, apalagi kulit di bawah mata yang memiliki sifat yang khusus. Selain lebih lembut dan tipis, juga memerlukan pasokan vitamin yang lebih lengkap. Kondisi pembuluh darah yang lebih banyak di bagian kulit ini berarti membutuhkan zat gizi yang lebih banyak juga untuk memeliharanya. Apabila makanan yang kita konsumsi kurang zat gizinya, kulit di bawah mata akan lebih cepat rusak. Warna menjadi kusam dan kulit mengendur adalah salah satu akibatnya. Maka cara lain untuk mencegahnya adalah dengan melengkapi semua kebutuhan nutrisi dan membuat menu harian yang beragam.
  3. Kurang Tidur.
    Kurang tidur bukan saja berdampak pada tubuh sehingga memerlukan bantuan detoksifikasi, melainkan juga pada kulit di bagian bawah mata. Gangguan aliran darah di sekitar kulit bawah mata akibat kurang tidur akan membuat sel kulit tak mendapat cukup pasokan makanan. Sehingga untuk mencegahnya adalah dengan cukup tidur.
  4. Usia.
    Tentu saja dengan bertambahnya usia kondisi pembuluh darah tubuh juga semakin menurun, termasuk pembuluh darah di bagian bawah kulit mata. Kulit pada usia lanjut juga bertambah tipis, karena lapisan collagen sebagai bantalan kulit juga semakin tipis. Bila lama dan sering terpapar matahari, maka pengaruh buruknya akan lebih besar dibanding kulit semasih muda. Maka sebisa mungkin menghidari paparan cahaya matahari pada usia lanjut.
  5. Alergi.
    Tidak semua orang memiliki bakat alergi. Namun bagi yang berbakat, perlu membatasi serangan reaksi alerginya agar tidak cepat memperburuk kondisi kulit di bawah mata. Mengapa? Kita tahu setiap kali alergi menyerang, pembuluh darah di tubuh ikut meradang akibat histamine meningkat dalam darah. Kondisi demikian bila sering akan mengganggu keutuhan pembuluh darah, terlebih pembuluh darah yang halus di bawah kulit sekitar mata. Mencegah alergi tentu akan membatasi gangguan pembuluh darah di kulit bawah mata tersebut.
  6. Genetik.
    Jika sudah bawaan sejak lahir kulit sekitar mata terganggu, tak ada yang dapat dilakukan. Hanya sebisa mungkin menghindari dari kelima faktor pemburuk yang sudah disebutkan di atas agar perubahan kulit di sekitar mata tidak timbul lebih dini.

Terapi penyebabnya
Yang dapat dilakukan untuk mengatasinya sudah tentu dengan mengatasi apa yang menjadi penyebabnya. Mulai dari cara sederhana memakai kompres dingin, herbal, menempelkan irisan mentimun, kentang, dan zat berkhasiat yang dapat menyehatkan pembuluh darah di bawah kulit sekitar mata. Cara lain adalah dengan merawat kulit dari luar.
Dalam hal perawatan dasar kulit, yang penting adalah memelihara kebersihan kulit, tidak menyeka terlalu keras, memberinya pelembab, dan krim yang dapat menambah asupan makanan bagi kulit. Dan sekali lagi, menjauhi kulit dari paparan apa pun yang bersifat merusaknya.
Untuk terapi, sekarang dengan teknologi pemeliharaan dan terapi kulit yang makin canggih, kian banyak cara yang bisa dipilih. Termasuk pemanfaatan sinar laser yang lunak (soft laser) mengingat daerah sekitar mata sangat sensitif dan vital. Namun akan jauh lebih baik jika dapat mencegahnya, dengan meniadakan semua faktor yang mengganggu dan berpotensi merusak kulit di sekitar mata.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait