Menjaga Kesehatan Kaki

Kaki bagian dari tungkai. Peran kaki tidak kecil. Kaki merasa sakit sedikit saja dapat membuat kita merasa kurang berdaya. Oleh karena itu sebelum kaki kita bermasalah, kesahatan kaki sangat penting untuk dijaga, dan ini caranya.

BICARA soal kaki tentu harus bicara juga soal tungkai yang menyambung ke bagian atasnya. Masalah kaki juga terkait dengan masalah pada betis, dan paha. Lebih jauh, terkait dengan sistem tubuh umumnya. Misalnya karena aliran darah tak deras kaki juga bisa bermasalah. Karena ginjal bermasalah kaki bisa bengkak. Karena kencing manis, kaki bisa membusuk.

Maka sebaiknya menjaga kesehatan kaki harus menjadi bagian dari pemeliharaan tubuh secara keseluruhan. Mengapa? Karena kaki merupakan satu rangkaian dengan tubuh kita. Khusus untuk kaki, ada beberapa yang perlu dicermati.

Otot, sendi, urat dan kulit
Kaki, di luar betis dan paha, juga terdiri dari serumpunan otot, sendi, urat, dan tentu juga kulit. Masing-masing komponen itu bisa bermasalah. Satu sedang bermasalah, yang lain ikut terganggu. Kalau ada bagian kaki terluka, rasa nyeri mengganggu pergerakan kaki yang leluasa. Otot jadi kurang digerakkan, sendi jadi kaku, begitu juga dengan urat.

Maka kerja otot kaki perlu selalu terjaga. Memakai sepatu atau sandal bertumit tinggi tidak menyehatkan kaki. Bukan saja otot, urat, dan sendi kaki memikul cara kerja yang tak tepat, titik sumbu beban memikul tubuh jadi berubah. Selalu memakai alas kaki bertumit tinggi buruk akibatnya. Yang sama juga bila sepatu kelewat ketat, atau tak tepat struktur anatominya.

Kesehatan kaki dipengaruhi oleh pemilihan sepatu. Orang sering diperbudak oleh mode. Yang terpenting terlihat gaya, tak peduli apakah menyehatkan, sepatu tak menyehatkan tetap dipilih juga. Kaki yang terjepit oleh sepatu membuatnya menderita. Selain tak nyaman dikenakan, memilih sepatu yang salah buruk bagi kesehatan kaki.

Sepatu yang tak tepat, rentan bikin kaki terkilir, atau tergelincir karena licin. Maka memilih sol sepatu perlu diperhatikan juga. Pilih yang anti slip atau anti licin. Kaki yang terkilir menimbulkan peradangan, selain kemungkinan putusnya urat kaki.

Selain sol alas kaki yang anti licin, sol perlu pula terbuat dari bahan empuk. Derajat keempukan alas kaki menentukan sehat tidaknya sendi tubuh pemakainya secara keseluruhan. Hanya bila alas kakinya sangat empuk, sehingga berperan sebagai shock absorbent, dengan demikian beban yang dipikul sendi, khususnya pinggang dan lutut menjadi lebih ringan.

Yang sering terjadi, sendi pinggang dan lutut bermasalah karena alas kaki yang dipakai kurang mendapat perhatian. Bukan saja selama berjalan, terlebih saat bergerak badan. Masalah besar pada kaki muncul bila berlari, jogging, sekadar berjalan kaki pun, tanpa memakai alas kaki. Dan itu keliru. Selain sendi kaki bermasalah, encok pinggang dan lutut mudah terjadi bila tanpa alas kaki. Apalagi tanpa alas kaki dengan sengaja menginjak batu kerikil dengan alasan refleksologi.

Athlete’s foot
Penyakit athlete’s foot sering terjadi lantaran kaki yang kurang terjaga kebersihannya. Sela jemari luput dari perhatian. Kulit sela jemari yang lembab dan basah mengundang jamur kulit. Begitu juga alas kaki. Tumbuhnya jamur kulit pada kulit kaki bukan jarang terjadi. Sering apabila kebersihan sepatu kurang diperhatikan.

Kulit kaki berjamur itu yang kita kenal sebagai athlete’s foot. Maka bagaimana kebersihan kaki dipelihara menentukan apakah rentan terserang jamur kulit. Biasanya oleh jamur candida. Kulit berwarna putih susu, dan gatal luar biasa. Perlu antijamur kulit untuk menyembuhkannya.

Pada awalnya kulit kaki luput dibersihkan setiap kali mandi. Kaki masih dan sering basah karena luput dikeringkan sehabis mandi. Suasana lembab, dan basah itulah yang mengundang jamur kulit datang. Maka upaya mengeringkan setiap bagian kulit kaki, cara mencegahnya. Termasuk mengeringkan sepatu bila basah atau lembab. Bahkan perlu pula antisepsis buat sepatu.

Rutin gunting kuku
Menggunting kuku kaki sering diabaikan. Kuku jemari kaki sudah panjang tetap dipelihara. Selain kuku kaki panjang bikin kaki tak nyaman selama bersepatu, kotoran, termasuk jamur mudah terselip di sana.

Teknik menggunting kuku yang aman perlu pula dicermati. Khususnya untuk kuku jempol kaki. Mengapa? Karena sering terjadi teknik menggunting kuku jempol yang tak tepat berakibat infeksi pinggir kuku atau cantengan. Bila kulit pinggir kuku bernanah, nyerinya luar biasa. Dan ini tak boleh terjadi. Bukan jarang, terapinya harus mengorbankan kuku karena harus dicabut.

Teknik menggunting kuku kaki, jempol khususnya, harus melengkung sampai ke bagian tepi kuku. Karena bila tidak begitu, bagian kuku paling pinggir yang belum ikut tergunting, akan lebih panjang dari kuku bagian tengah. Pinggir kuku yang meruncing dan bertambah panjang ini yang sering menusuk daging pinggir kuku, lalu terjadi infeksi pinggir kuku. Biasanya muncul sehabis memakai sepatu sempit, atau yang kesempitan. Pinggir kuku yang runcing menusuk daging pinggir kuku.

Kaki kencing manis
Khusus bagi pengidap kencing manis, kaki perlu perhatian ekstra. Bahkan sekadar menggunting kuku kaki saja pun perlu cara dan perawatan lebih. Selain tak boleh mencederai sekitar kuku, harus memerhatikan kebersihan kulit di daerah tersebut. Karena bila sampai terjadi luka, bahkan luka renik yang tak kasat mata saja pun bisa bermasalah. Borok akibat cedera gunting kuku pada pengidap kencing manis bisa menjadi awal kaki calon diamputasi. Kematian jaringan kaki atau gangrene akibat borok meluas itu yang harus dicegah. Kaki pengidap kencing manis juga wajib terlindung dari bahaya tertusuk duri, terinjak paku, beling, atau lecet akibat sepatu atau alas kaki.

Ingat. Kaki kita adalah asset. Jagalah. Ibarat ban mobil, ia yang menjamin kita tetap leluasa bergerak dan mampu bermobilitas tinggi. Sebelum semua itu terjadi, rawat dan jagalah sebelum masalah telanjur datang.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait