Peluk Erat Jantung Anda

Gangguan jantung bukan lagi monopoli pria paruh baya. Kini, banyak perempuan usia muda pun mengalaminya. Lewat beberapa kebiasaan sederhana, Anda dapat berinvestasi besar menyelamatkan jantung Anda.

Kalau Anda belum percaya fakta di atas, mari kita simak informasi ini. Menurut data Badan Kesehatan dunia, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Pada tahun 2005, 17,5 juta orang meninggal karena penyakit jantung, dan sebagian besar terjadi di negara-negara berkembang dengan jumlah yang seimbang antara wanita dan pria.

Berangkat dari data tersebut, mari kita lihat data mengenai penyakit jantung pada wanita. Organisasi American Heart mencatat bahwa penyakit jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya merupakan penyebab kematian terbesar pada wanita di seluruh dunia, bahkan di Amerika, lebih banyak wanita yang meninggal setiap tahun karena penyakit jantung dibandingkan pria. Bukan itu saja, menurut Mayo Clinic, risiko kematian wanita akibat penyakit jantung enam kali lebih besar dibanding akibat kanker payudara. Sharonne Hayes, M.D., spesialis kardiologi, Direktur Womens Heart Clinic di Mayo Clinic dan anggota the advisory board of Women Heart di Amerika mengingatkan bahwa gangguan jantung menjadi penyebab kematian ketiga terbesar pada wanita berusia 25 hingga 45 tahun!

Wanita Berisiko Lebih Besar
Dari semua jenis penyakit jantung, stroke dan jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar, dan biasanya disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah ke jantung atau otak akibat gumpalan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Dari berbagai penelitian, faktor risiko utama penyakit ini adalah pola makan yang tidak sehat, kurang berolahraga, dan konsumsi tembakau alias merokok.

Faktor biologis membuat beberapa faktor risiko di atas berefek lebih besar pada wanita dibanding pria. Seperti yang disebutkan dalam Atlas of Cardiovascular Disease yang disusun WHO, merokok meningkatkan risiko penyakit yang lebih besar pada wanita dibanding pria. Tingginya tingkat

triglyserida juga mempertinggi risiko penyakit jantung pada wanita muda, namun tidak pada pria usia muda. Selain itu obesitas, diabetes dan depresi juga mempertinggi kemungkinan penyakit jantung pada wanita. Hayes menyebutkan bahwa depresi lebih banyak dialami wanita dibanding pria, dan depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 2-3 kali lipat. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang hanya dialami wanita, seperti penggunaan kontrasepsi oral dan terapi sulih hormon, dan polycistic ovary syndrome.

Selain perbedaan biologis, faktor sosial juga mempengaruhi tingginya kematian wanita akibat penyakit jantung. Karena dianggap sebagai penyakit kaum pria, penyakit jantung pada wanita, terutama yang berusia muda, kerap tidak terdeteksi. Di negara-negara berkembang, wanita jarang direferensikan untuk melakukan tes uji jantung dan echoardiography. Akibatnya banyak wanita yang baru mendapatkan perawatan setelah mengalami serangan jantung untuk kedua kalinya. Selain itu sebagian besar metode pengobatan penyakit jantung didasarkan pada penelitian terhadap kaum pria, yang secara biologis belum tentu sesuai untuk wanita.

Anda Bisa Mencegahnya
Sebenarnya 80% serangan jantung dan stroke prematur dapat dicegah dengan menerapkan tiga hal berikut:

  • Menerapkan pola makan sehat: Pola makan yang seimbang sangat diperlukan untuk memiliki jantung dan sistem sirkulasi yang baik. Konsumsilah buah dan sayur, whole grains, dan ikan. Batasi konsumsi daging berlemak, garam dan gula.
  • Olah raga teratur: Olah raga sedikitnya 30 menit tiap hari membantu menjaga kebugaran jantung dan sistem sirkulasinya. Berolahraga secara teratur minimal tiga kali dalam seminggu juga akan menjaga berat tubuh dan mencegah obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.
  • Hindari konsumsi tembakau –baik dalam bentuk rokok, cerutu maupun tembakau kunyah— juga hindari menjadi perokok pasif. Risiko serangan jantung dan stroke langsung menurun begitu seseorang berhenti merokok, dan dapat berkurang hingga 50% setelah setahun berhenti merokok.

Selain itu, sebaiknya Anda selalu mengontrol faktor risiko lain dengan selalu memeriksa tekanan darah (tekanan darah biasanya tidak memiliki gejala, namun dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung secara tiba-tiba), kadar gula darah), dan kolesterol (tingginya kadar gula darah dan kolesterol meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke) secara teratur. Jika bukan Anda, siapa lagi yang akan menyayangi jantung Anda?

Sumber:
www.who.int
www.mayoclinic.com
www.americanheart.org

Share artikel ini:

Artikel Terkait