Pentingnya Minum dan Akibat Kurang Minum Bagi Karyawan Kantoran

Minum bukan saja perlu, tapi wajib. Tubuh kita sebagian besar mengandung cairan. Agar tetap sehat, cairan tidak boleh sampai kekurangan. Sampai batas tertentu tubuh memiliki sistem regulasi yang membuat kecukupan cairannya senantiasa terjaga. Jadi jangan sampai tubuh kekurangan cairan.

SESUNGGUHNYA tidak ada perbedaan bermakna antara orang kantoran dengan yang bukan pekerja kantoran dalam hal kebutuhan air minum. Hanya karena bekerja di dalam ruangan pendingin kehilangan cairan tubuh tidak sebanyak yang terjadi pada mereka yang bekerja di luar ruangan. Terlebih di iklim tropis, dan tengah bercuaca terik.

Orang yang sama pada situasi dan waktu yang berbeda belum tentu sama kebutuhan air minumnya. Namun rata-rata kebutuhan air minum tidak banyak berubah selama aktivitas hariannya tidak berbeda. Pada waktu bergiat melebihi biasanya tentu kebutuhan air minum menjadi bertambah.

Homeostasis
Tubuh bisa mengatur sendiri agar kecukupan cairan tubuh agar senantiasa seimbang. Regulasi ini berlangsung otomatis di dalam tubuh. Organ ginjal pusat pengaturnya. Pada keadaan bagaimana pun, melalui kerja sama dengan paru-paru, kelenjar keringat, cairan tubuh senantiasa dalam kondisi seimbang homestasis.

Bila tubuh kekurangan cairan, seperti saat sedang diare, atau muntah, atau berkeringat, maka sampai batas tertentu ginjal akan menahan air lebih banyak, dan mengurangi pengeluaran cairan dari tubuh. Cairan tubuh bila berlebih akan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Maka tanda penting bila tubuh sedang kekurangan cairan, kencing berkurang menjadi pekat kuning, tidak berkeringat, dan napasnya pendek.

Mekanisme otomatis terjadi juga dengan memunculkan sinyal rasa haus, mendorong orang untuk mencari minum. Hanya bila kita membaca bahasa tubuh dengan memberi respons mencari minum setiap kali merasa haus, keseimbangan cairan tubuh yang tengah kekurangan bisa dipulihkan. Karena bila kekurangan cairan tidak dikoreksi, tubuh akan mengalami dehidrasi.

Penguapan tinggi
Ruangan pendingin menambah tinggi penarikan cairan. Padahal di ruangan sejuk tidak meningkatkan rasa haus. Rasa haus di ruangan sejuk kurang peka untuk memberikan sinyal ketika tubuh mulai kekurangan cairan. Padahal kebanyakan pekerja kantoran, umumnya lebih sedikit kegiatan fisiknya selama bekerja. Itu berarti keluarnya keringat pun tidak sebanyak mereka yang beraktivitas di luar kantor. Sekadar terjemur saja kita mengeluarkan keringat.

Sistem pendingin ruangan menarik air lebih banyak dari ruangan. Juga dari penguapan tubuh lewat paru-paru. Jadi sebaiknya tidak sampai kekurangan cairan hanya karena rasa haus tidak terasa. Untuk tidak sampai kekurangan cairan di ruangan berpendingin, tetap ingat menghitung apakah sudah cukup minum hari ini.

Kebutuhan minum selain dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan di mana ruang bekerja, kebutuhan cairan juga dipengaruhi oleh berat badan. Makin berat makin tinggi kebutuhan minumnya. Rata-rata sekitar 2 liter air. Dan itu dipasok bukan saja dari air minum, melainkan dari menu harian juga, selain buah, dan sayur mayur.

Jangan sampai kurang minum
Oleh karena orang kantoran kurang peka terhadap timbulnya rasa haus, maka sering tidak tergerak untuk minum. Kondisi bekerja di ruangan sejuk, kurang bergerak, nyaris tak berkeringat, menekan ambang rasa hausnya. Bila hanya mengandalkan terbitnya sinyal rasa haus, bisa jadi minum hariannya tidak mencukupi.

Kekurangan cairan tubuh pasti tidak menyehatkan. Kerja ginjal lebih berat, karena harus terus menahan lebih banyak cairan agar tidak terbuang menjadi kencing. Dan bila sampai kekurangannya melebihi kemampuan toleransi ginjal, tubuh terancam dehidrasi. Kasus dehidrasi ringan acap terjadi pada orang kantoran yang “malas” minum.

Memang kekurangan cairan ringan tidak menunjukkan gejala nyata. Yang pasti kekencangan kulit (turgor) melemah. Secara keseluruhan tentu tak lebih kelihatan sehat dibanding yang kecukupan minum. Maka ada baiknya membiasakan minum seteguk demi seteguk setiap jamnya, kendati tidak merasa haus.

Lebih baik sedikit berlebih asupan minum ketimbang tak cukup minum. Kebugaran sel-sel tubuh juga amat dipengaruhi oleh ketersediaan cairan baik yang berada di luar sel, terlebih yang di dalam sel sendiri. Metabolisme tubuh juga selalu membutuhkan kecukupan cairan juga. Maka ingat minum sebelum mulai hilang rasa ingin buang air kecilnya. Bahkan jauh sebelum itu terjadi, rajin minum selagi tubuh belum sampai kekurangan cairan.***

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait