Penyakit Mata Sehari-hari

Penyakit mata ada banyak jenisnya. Sebagian besar termasuk golongan penyakit infeksi mata. Dalam keseharian, infeksi mata  sering kita temukan. Bagaimana penyakit mata, dan mata sebaiknya dipelihara agar tak mudah terkena penyakit, kita akan membahasnya di sini.

Kita sering mendengar mitos penyebab munculnya penyakit mata bintit atau bintilan, yaitu ada bisul tumbuh di kelopak mata. Bisul tersebut berwarna merah sebesar kacang hijau, dan sekitarnya membengkak. Orang dulu bilang mata bintit disebabkan karena sering mengintip. Padahal sebenarnya bukan itu penyebabnya.

Jangan sembarang memegang mata
Penyebab mata bintit bukan karena sering mengintip, melainkan karena kebersihan mata kurang terjaga. Ada bibit penyakit yang memasuki kelenjar mata. Bisa karena sering memegang mata, atau mata kotor tercemar air dan udara, dengan cara begitu bibit penyakit menyelusup memasuki bola mata.

Pada dasarnya air mata bersifat sebagai pelindung mata terhadap serangan bibit penyakit. Ada zat penangkal bibit penyakit dalam air mata. Namun bila bibit penyakit yang mencemari bola mata besar jumlahnya, atau bersifat ganas, bola mata akan kalah juga. Pada saat pelindung bola mata kalah melawan bibit penyakit itulah maka akan terjadi infeksi.

Bibit penyakit yang memasuki bola mata ada banyak jenisnya. Mulai dari virus, kuman, sampai parasit. Virus dan kuman sendiri juga banyak jenisnya. Begitu juga dengan parasit, termasuk jamur yang sering hinggap di bola mata.

Masuknya bibit penyakit harus kita cegah. Hal ini terjadi paling sering karena sembarang memegang mata, maka cara mencegahnya adalah dengan membiasakan tidak sembarang memegang mata. Sejak kecil anak dididik untuk memelihara matanya. Jemari yang kotor dilarang untuk memegang mata, karena jemari yang kotor biasanya sudah tercemar aneka bibit penyakit dan mata bisa terinfeksi jika menyentuhnya.

Apabila memegang atau menyentuh mata, misalnya pada saat gatal, gunakan saputangan atau tisu, tidak langsung dengan jemari telanjang. Atau pada saat bola mata terkena debu atau pasir halus, sebaiknya gunakan bahan yang suci hama.

Infeksi mata juga bisa masuk lewat air di kolam renang, di laut atau di sungai. Ketika sedang musim wabah penyakit mata merah sebaiknya tidak berenang di kolam renang umum jika tidak ingin tertular.

Mata alergi
Penyakit mata merah umumnya disebabkan oleh infeksi. Semua penyebab infeksi dapat membuat mata menjadi merah. Dokter bisa membedakan apa yang menyebabkan mata merah. Termasuk bila disebabkan oleh alergi.

Mata bisa merah bila mengalami reaksi alergi. Mereka yang berbakat alergi, entah muncul gatal-gatal di kulit atau asma, matanya bisa merah bila terkena alergi. Mungkin bisa disebabkan oleh udara, debu tertentu, obat nyamuk, bahan kimiawi tekstil, obat-obatan, atau apa saja, termasuk kosmetik, sabun mandi, atau sampo.

Bedanya dengan mata terinfeksi, mata alergi biasanya tidak nyeri. Sebagian infeksi mata disertai rasa tidak enak di mata, mulai dari hanya rasa mengganjal di bola mata, rasa pedih, sampai nyeri hebat. Sebagian disertai kotoran mata yang berlebih, pembengkakan kelopak mata, merah meradang, sampai demam tinggi. Sedangkan alergi mata hanya gatal-gatal saja, selain mata menjadi merah.

Mata merah akibat alergi obatnya tidak sama dengan mata merah terinfeksi. Karena itu dilarang sembarangan memakai obat mata. Sama merahnya, belum tentu sama obatnya. Bahkan mata merah infeksi pun belum tentu semua sama obatnya. Bila penyebabnya adalah virus, tidak akan sembuh dengan obat mata yang mengandung antibiotika. Begitu juga sebaliknya.

Lindungi mata kita
Mata perlu dilindungi, karena air mata saja belum cukup. Di udara yang berdebu dan banyak anginnya, perlu memakai kacamata pelindung. Juga bila berenang di kolam renang umum, lebih menyehatkan bila menggunakan kacamata renang.

Melindungi mata terhadap cahaya matahari juga diperlukan. Makin sering terpapar cahaya keras (infrared), maka akan makin merusak mata. Katarak adalah salah satu akibatnya apabila bola mata sering terpapar matahari siang hari. Termasuk bila sering memasak di dapur, berhadapan dengan tungku pembakaran kapur, baja, sehingga para pekerja yang bekerja seperti ini perlu diberi pelindung mata.

Bila suatu saat bola mata terkena debu kasar atau pasir, dilarang untuk mengucek-ngucek bola mata, karena bisa fatal akibatnya. Dengan adanya penekanan pada bola mata oleh gesekan pasir halus atau duri runcing, keduanya bisa mencederai lapisan kornea (hitam mata). Kornea yang cedera bisa menjadi luka. Luka pada kornea bisa membutakan mata.

Tidak sembarang memakai obat mata
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa keluhan dan gejala mata yang sama belum tentu sama obatnya. Namun kekeliruan sering kali terjadi. Misalnya salah memakai obat mata, atau obat mata yang sudah lama masih terus dipakai.
Khusus obat mata karena infeksi, harus dibuang jika sudah dipakai walaupun masih tersisa banyak. Selain belum tentu bisa menyembuhkan, kemasannya mungkin sudah tercemar bibit penyakit karena tersentuh mata yang sakit pada saat meneteskannya.

Mata merah juga bisa disebabkan karena tekanan bola mata meninggi atau glaucoma. Obatnya tidak sama dengan mata infeksi maupun mata alergi. Sembarangan memakai obat mata selain tidak menyembuhkan, juga berisiko membahayakan mata.

Ada jenis obat mata khusus yang ditambahkan obat golongan corticosteroid. Obat jenis ini tidak boleh untuk infeksi yang mengenai kornea, karena bisa berakibat buruk. Selain itu juga tidak boleh dipakai untuk infeksi yang disebabkan oleh virus herpes karena bisa menjadikan penyakit matanya bertambah parah.

Hati-hati pula memakai obat tetes mata warung. Mata merah tidak selalu cocok diobati dengan obat mata yang dibeli di warung. Kemungkinan mata merahnya malah akan bertambah parah. Tetes mata yang dijual bebas hanya untuk membersihkan bola mata, bukan untuk mengobati infeksi mata.***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait