Penyakit yang Perlu Diwaspadai Wanita

Wanita memang sangat istimewa dan memerlukan perlakuan yang istimewa juga, apalagi untuk urusan kesehatan. Dalam hal keistimewaan ini banyak penyakit yang hanya bisa terjadi pada wanita dan tidak dimiliki oleh lawan jenisnya. Beberapa penyakit yang sering sering dibahas adalah penyakit payudara, kanker mulut rahim, dan osteoporosis. Jangan takut karena sebenarnya semua penyakit bisa dicegah asalkan kita tahu caranya. Termasuk tiga penyakit tersebut. Bagaimana caranya, mari kita bahas di bawah ini.

Salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit yang kebanyakan dialami oleh wanita seperti kangker leher rahim (cervix uteri) adalah faktor keturunan. Namun gen kanker saja tak selalu harus berkembang apabila faktor pencetusnya, yakni gaya hidup yang tidak sehat.

 

Masalah payudara

Seringkali kita telat dalam hal pencegahan penyakit karena tidak mengetahui gejala dari penyakit tersebut. Seperti halnya Kanker Payudara yang seharusnya bisa kita cegah apabila tahu bagaimana cara penanggulangannya. Payudara menjadi radang (mastitis) disebabkan kurang memperhatikan kebersihan  puting susu sewaktu menyusui bayi.

Apabila puting susu terluka akibat gigitan akan memudahkan berkembangnya bibit penyakit, sehingga payudara meradang dan bisa menjadi demam. Apabila sudah merasakan demam sebaiknya langsung menghubungi dokter sebelum keadaan semakin memburuk yang bisa saja mengambil tindakan operasi. Payudara yang sudah dibersihkan apabila lecet tidak akan menjadi penyebab berkembangnya bibit penyakit karena setiap luka bisa menyebabkan masuknya bibit penyakit yang dapat menginfeksi jaringan payudara

Periksakan juga kepada dokter apabila pernah ada luka pada payudara seperti terbentur. Luka akibat benturan akan mengubah jaringan lemak pada payudara, sehingga menyerupai tumor. Apabila terlambat untuk penanganannya akan terjadi tumor ganas atau kanker. Tumor jinak atau dalam istilah kedokteran disebut fibroadenoma (FA), yang biasanya selama masih kecil tidak akan mengganggu. Namun apabila dibiarkan dan tidak segera dibuang akan bertambah besar dan dan bisa berubah menjadi ganas. Untuk itu diperlukan pemeriksaan rutin untuk mengamati perubahan itu sebelum telanjur ganas.

Cara paling sederhana mendeteksi adanya tumor payudara sejak dini adalah dengan memeriksa payudara sendiri sebelum menggunakan alat pendeteksi tumor (mammography). Terlebih bagi yang berisiko mewarisi bibit kanker dari keturunan. Sebulan sekali sekurang-kurangnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri dilakukan sewaktu mandi. Lakukan perabaan secara dari paling ujung payudara sampai puting susu. Meraba benjolan paling kecil sekalipun harus diwaspadai sebagai tumor. Namun pemeriksaan sebaiknya dilakukan di luar masa haid, karena semasa haid bisa juga ada benjolan yang munculnya dipengaruhi oleh faktor hormonal.

Bila sewaktu diraba ada benjolan payudara yang mudah digerakkan, umumnya tergolong tumor jinak. Tumor ganas biasanya melekat pada payudara sehingga sukar digerakkan. Selain itu, apabila tidak sedang masa menyusui namun keluar cairan dari puting susu, baik jernih atau keruh dan beraroma tidak sedap harus dicurigai ada sesuatu di payudara. Segera periksakan kepada dokter.

Apabila dari pemeriksaan sendiri sudah terdapat tanda – tanda adanya tumor jinak, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan melihat hasil anatomi jaringan. Sehingga dapat memastikan apa jenis tumornya. Dengan demikian dapat diputuskan apa tindakan yang dapat dilakukan. Selama masih dini ditangani, bisa disembuhkan dengan kemoterapi dan radiasi setelah tumornya diangkat. Maka semakin dini dikenali akan semakin besar harapan kesembuhannya.

Masalah leher rahim

Wanita dengan riwayat keturunan kanker leher rahim harus lebih waspada karena resiko terkena kanker rahim akan lebih besar. Untuk wanita dengan resiko besar terkena kanker leher rahim atau biasa disebut kanker serviks harus melakukan pemeriksaan sel leher rahim dengan Pap’s smear sekurang-kurangnya dua kali setahun sedangkan yang tidak memiliki riwayat keturunan sebaiknya juga tetap melakukan pemeriksaan satu tahun sekali.

Kanker leher rahim biasanya diakibatkan oleh terjadinya infeksi. Infeksi bisa disebabkan karena jepitan cunam pada saat pemasangan spiral yang kurang steril sehabis melahirkan. Infeksi yang didiamkan atau tidak ada penanganan dini akan menyebabkan peradangan dan apabila peradangan leher rahim dibiarkan dalam kurun waktu yang lama, ini akan menjadi salah satu faktor yang membuat rentan berubah menjadi kanker rahim.

Kanker leher rahim disebabkan oleh virus hPV (human papilloma virus). Infeksi terjadi lewat hubungan seks bebas yang dilakukan dengan beda pasangan atau hungan seks pra nikah. Ada beberapa type “virus kutil” ini yang umumnya menjadi penyebabnya. Walaupun saat ini sudah ada suntikan vaksinasi untuk mencegahnya, namun vaksin yang tersedia belum bisa menyembuhkan semua jenis “virus kutil”.

Keluhan sering keputihan yang tak normal, berbau tidak sedap, perdarahan pada saat bukan masa haid, atau nyeri sehabis berhubungan seks adalah gejala dan tanda yang harus diwaspadai sebagai awal dari munculnya kanker leher rahim.

Masalah osteoporosis

Keropos tulang kerap dialami wanita oleh karena cadangan kalsium tulang diambil selama masa kehamilan untuk menyediakan asupan kalsium pada bayi. Apalagi bila pembentukan tulang sewaktu masa kanak-kanak tidak optimal. Kita tahu fondasi pembentukan tulang berakhir sebelum anak berumur 12 tahunan. Bila selama pembentukan fondasi tulang asupan kalsiumnya kurang, maka fondasi tulang tidak kokoh. Tulang lebih tipis dari normal dan akan sulit untuk melakukan proses pemulihan.

Banyak diantara kita yang pada masa anak – anak kurang mendapat asupa kalsium beresiko terkena pengeroposan tulang belakang. Tulang sudah tipis sejak awalnya, sehingga rentan untuk menjadi keropos, terlebih bagi yang wanita yangsudah beberapa kali hamil sehingga asupan kalsiumnya kurang.

Bahwa tulang belulang itu mengalami perubahan terus menerus (bone remodeling), antara pembentukan dan pengausan. Untuk itu dibutuhkan kecukupan asupan kalsium setiap hari. Kekurangan asupan kalsium terlebih pada tulang yang sudah tipis, akan mempercepat terjadinya osteoporosis.

Share artikel ini:

Artikel Terkait