©shutterstock

Pilihan Olahraga Terbaik Buat Ibu

Sesibuk apapun peran ibu bagi keluarga harus bisa membagi waktu untuk dirinya sendiri. Bukan hanya si kecil dan keluarga yang perlu dijaga kesehatannya. Ibu juga perlu mengatur pola makan sehat,  jam olahraga juga waktu istirahat yang cukup buat dirinya sendiri. Sebab, jika ibu sampai jatuh sakit, akan ada banyak hal yang terbengkalai. Pekerjaan rumah tidak bisa terurus dengan maksimal, si kecil dan keluarga juga bakal tak bisa menjalani hidup sehat dengan lancar.

Nah, bagi ibu yang ingin tetap aktif olahraga walau sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, simak pilihan terbaiknya berikut ini.

Standing Balance
Pilihan olahraga ini dapat Anda lakukan tanpa perlu banyak alat dan menyita banyak waktu Anda. Berdirilah dengan tegak dan atur pernapasan untuk memusatkan pikiran. Angkat lutut kiri sejajar dengan dada. Gunakan kedua tangan Anda untuk memegangnya agar lebih kuat dan seimbang. Jika masih butuh keseimbangan, tangan kanan bisa berpegangan atau menyentuh dinding. Tarik napas dan rasakan seolah mengalir dari punggung hingga ketiak, hembuskan ke arah kaki kanan. Lakukan 3-5 kali dan pindah ke sisi lainnya.

Downward-Facing Dog
Mula-mula ambil posisi tubuh merangkak. Pastikan lutut dan kedua tangan menyentuh lantai sepenuhnya. Perlahan-lahan mulai angkat pinggul ke atas hingga posisi akhir tubuh membentuk lekuk segitiga dengan puncak tertinggi adalah pinggul Anda. Sedangkan tangan dan kaki menjadi tumpuan dan tetap menempel di lantai. Kepala sejajarkan dengan tangan, sehingga akan menghadap ke posisi belakang. Tarik napas selama tiga kali dan turunkan pinggul perlahan hingga kembali ke posisi merangkak.

Warrior A
Seperti namanya, posisi latihan ini mirip aksi superhero usai menyerang musuhnya. Ambil posisi tegak, kemudian mulai arahkan kaki kanan ke depan dan kaki kiri ke belakang. Tekuk lutut kaki kanan dan doyongkan tubuh Anda ke arah depan. Luruskan kaki kiri ke belakang dan kedua tangan lurus ke arah belakang. Tarik napas yang dalam dan kontrol alirannya. Ganti posisi.

Warrior B
Setelah melakukan gerakan warrior A, Anda sebenarnya bisa menyambungkannya dengan gerakan warrior B. Bedanya, pada gerakan pertama Anda dalam mode bertahan, sedangkan dalam latihan yang ini Anda meniru gaya menyerang. Posisi kaki kanan tetap menekuk ke depan dan kaki kiri lurus ke belakang. Tegakkan badan dari posisi doyong ke depan sambil mengayunkan tangan ke 180 derajat ke depan. Sehingga pada saat tubuh tegak dan kepala menghadap ke depan, posisi kedua tangan sudah mengarah ke atas. Tarik napas dan lepaskan perlahan. Turunkan tangan dan ganti posisi.

Selamat mencoba ya, Bu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait