Susu Tidak Bikin Gemuk?

Anak-anak memerlukan susu. Namun bagi anak yang sudah terlihat kegemukan, seringkali pertanyaan mengenai 'apakah perlu tetap memberikan susu kepada anak tersebut' membayangi benak para orangtuanya. Benar bukan?

Sebenarnya susu tidak menyebabkan kegemukan. Hal ini yang seringkali diasumsikan keliru oleh kebanyakan orang tua. Mereka menganggap bahwa susu menyebabkan gemuk. Mereka berpegang pada penilaian sendiri bahwa anak-anak yang tidak terlalu suka makan makanannya tetapi suka mengonsumsi susu memiliki tubuh yang tetap gemuk. Tapi anak yang suka makan dan tak terlalu doyan susu, justru banyak yang bertubuh kurus. Karena itu banyak yang salah mengambil keputusan akan memberhentikan pemberian susu jika dokter sudah mendakwa bahwa anak mereka obesitas.

Meski mengandung lemak, susu bila diminum antara dua sampai tiga gelas setiap hari, bukanlah penyumbang kalori berlebihan. Bahkan susu membantu menyumbang kebutuhan gizi harian diantaranya protein dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Berat badan si kecil dipengaruhi oleh masukan energi dari berbagai makanan yang dikonsumsi serta pengeluaran energi dari aktivitas fisik. Apabila masukan energi lebih besar dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan, maka anak berat badan anak akan bertambah. Begitu juga sebaliknya. Apabila masukan energi lebih sedikit dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan, maka anak cenderung kehilangan berat badan.

Demi menurunkan berat badan si kecil yang sudah dinilai berlebih, sebaiknya jangan hentikan pemberian susu kepadanya. Melainkan, berikan nutrisi yang seimbang dan pacu anak untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur.

Tentu saja cara menurunkan berat badan pada anak-anak sangatlah berbeda dengan orang dewasa. Jika orang dewasa bisa saja melakukan diet dan olahraga berat, hal itu tak bisa diterapkan pada si kecil mengingat mereka masih memerlukan beragam nutrisi sebagai pendukung tumbuh kembangnya.

Karena itu cara mengatur menu tetap harus makanan sehat bergizi seimbang, bukan mengurangi jumlah asupannya, dan bukan pula dengan diet ketat. Kelebihan berat dapat "dibakar" dengan aktivitas fisik, sehingga keluaran energi menjadi lebih besar.

Hindarkan anak dari aktivitas pasif seperti menonton televisi dan bermain di depan komputer atau melakukan permainan yang hanya duduk-duduk saja. Contoh permainan yang banyak mengeluarkan energi antara lain: jalan cepat, lompat tali, lempar-tangkap dan tendang bola, bersepeda, kejar-kejaran, petak-umpet dan sebagainya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait