Tertawa itu Menyehatkan

Tertawa itu bukan saja ekspresi keceriaan hati, tapi sekarang juga sudah menjadi kebutuhan orang. Ketika masalah datang silih berganti, kita membutuhkan lebih banyak tertawa. Kini tertawa bahkan menjadi obat. Ada terapi tertawa. Maka sebelum sakit menyergap, silakan tertawa sekurang-kurangnya tiga kali sehari. Seberapa pentingkah tertawa?

AWALNYA ada sekelompok orang di India yang iseng-iseng berkumpul setiap pagi. Mereka masing-masing membawakan lelucon yang lucu supaya bisa tertawa bersama. Bukan sekadar tertawa, terlebih tertawa yang sampai terpingkal-pingkal. Tertawa yang bikin perut terguncang-guncang. Dan itu jenis tertawa yang menyehatkan.

Kebiasaan berkumpul dan tertawa, kemudian dilirik orang-orang di Inggris, Termasuk para ilmuwan yang kemudian melacak ada apa di balik kegiatan tertawa. Lalu sejumlah penelitian diumumkan, bahwa tertawa betul bisa menjadi sebuah terapi. Terapi tertawa kini sudah kian populer. Karena tertawa mengendurkan sekujur emosi yang sendu dan jiwa yang galau.

Tidak semua bangsa rajin tertawa. Bangsa Jerman, misalnya, tabu tertawa lepas di depan umum. Juga orang Inggris, Mereka menjaga citra tidak sembarang tertawa. Tak cukup rasa humor belaka. Orang juga perlu melatih otot wajah supaya tertawa bisa lepas. Puluhan otot wajah dikerahkan selama kita tertawa, membentuk ekspresi indah menawan yang melihatnya. Tertawa menjadi jembatan batin, menularkan rasa sejahtera kepada orang yang diajak tertawa.

Endorphine
Dulu orang tertawa karena muncul rasa senang saja. Sebagian karena orang memang sensitif untuk mudah tertawa. Tingkat ambang tertawa orang tak sama. Ada yang gampang tertawa, bahkan bukan kelucuan semata yang bisa membangkitkan mereka tertawa, sekadar sentuhan rasa menggelitik ringan saja pun sudah membuatnya tertawa. Ada pula yang sukar sekali tertawa. Kelihatan mahal tertawanya.

Tertawa, terlebih yang sampai terpingkal-pingkal, meningkatkan produksi morfin tubuh. Kita tahu tubuh memproduksi endorphine yang bikin tubuh merasa sejahtera. Jiwa menjadi lebih mengendur, dan hidup lebih tenang.

Sejatinya orang sekarang membutuhkan lebih banyak tertawa karena stressor yang dipikulnya makin beragam saja. Hanya karena diselingi dengan kegiatan tertawa maka stressor itu tidak membuatnya sampai jatuh stres. Tertawa menjadi penawar stres. Makin sering tertawa, makin kendur ketegangan.

Menyehatkan Paru Dan Jantung Juga
Bukan hanya rasa sejahtera yang tertawa hadiahkan bagi kita, terlebih juga menyehatkan paru-paru dan jantung. Karena manakala tertawa sampai terpingkal-pingkal, otot-otot dinding dada meregang lebih kuat, sehingga ruang paru-paru lebih mengembang, memberi kesempatan paru-paru mekar lebih penuh.

Hanya bila paru-paru mekar optimal, asupan oksigen juga lebih penuh mengisi darah. Oksigen yang penuh menyehatkan seluruh organ tubuh. Orang sekarang bernapasnya cenderung pendek dan dangkal. Itu yang menjadikannya kelihatan pucat, lesu, dan lemah.

Selain paru-paru, tertawa terkekeh-kekeh juga bikin jantung lebih kuat berdegup. Paru-paru lebih mengembang mengajak jantung menuangkan darah lebih banyak. Dengan cara demikian aliran darah tubuh lebih deras. Derasnya aliran darah menjadi sumber kekuatan semua organ tubuh. Sebagaimana berolahraga atau bergerak badan, selama tertawa seluruh otot wajah, otot dinding dada, otot perut, bekerja lebih giat. Kita tahu otot-otot kecil di wajah, di dada, dan di perut jarang diajak beraktivitas, sehingga otot menjadi kaku. Ekspresi wajah tidak berbinar bila jarang tertawa, karena otot-ototnya jarang diajak bergiat. Tertawa bikin wajah berekspresi sumringah.

Otot-otot sela iga sering kaku, dan mengejang bila tidak beraktivitas. Tertawa menjadikannya lentur, dan membantu mengembangkan ruang dada lebih optimal. Selain rongga dada lebih besar mekarnya, otot-otot sela iga lebih sehat pula.

Jadi kalau diamati, tertawa menggerakkan sangat banyak otot, termasuk yang jarang beraktivitas, untuk bergiat. Tak ubahnya bergerak badan. Tertawa juga punya nilai aerobik kalau dilakukan rutin dan benar. Bukan asal tertawa. Bahkan kini ada yoga tertawa.

Seperti sudah disebut di atas, tertawa bukan saja menyehatkan diri sendiri, melainkan menularkan rasa suka cita kepada orang yang melihatnya. Selagi tertawa belum dilarang, tertawalah sebanyak kita bisa.

Tertawa menjadi bahasa dunia, sebagaimana halnya musik. Jangan takut tertawa, asal pada tempatnya, dan tepat pula waktunya. Seberapa sering, seberapa banyak, belum ada efek samping bila kita kebanyakan tertawa. Malah makin sering tertawa, makin awet muda. Bisa jadi karena tertawa dapat membuat sehat jiwa raga, sosial, dan secara spiritualitas juga. Kita membutuhkannya setiap hari. ***

 

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait