Tips Mengurangi Dampak Paparan Radiasi Sinar Matahari

Radiasi di bumi bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari matahari. Ada yang menyehatkan, ada pula yang berdampak buruk. Kita butuh matahari untuk pertumbuhan. Tapi tidak semua sinar matahari aman menerpa tubuh kita. Untuk itu kita perlu menghindarinya.

MATAHARI tak pernah berubah. Ia senantiasa hadir di timur, kembali terbenam di barat. Yang berubah adalah lapisan pelindung bumi yang tak setia lagi menjaga keterikan matahari. Lapisan ozon yang bocor, menjadikan cahaya matahari tak selalu bersahabat lagi. Itu yang sekarang sedang dialami manusia di bumi.

Cahaya matahari kini bukan lagi seperti dulu, cahaya yang damai menghangati bumi, dan tubuh. Kini ia begitu kasar, karena lapisan atmosfer bumi gagal menyaringnya. Radiasinya begitu kuat menerpa kulit, terlebih jika dapat membuat sel kulit berubah menjadi sel ganas. Kanker kulit adalah salah satu yang membuat matahari menjadi tidak bersahabat lagi.

Ultraviolet
Cahaya matahari mempunyai dua karakteristik. Yang bersahabat kita kenal sebagai ultraviolet, dan yang kurang bersahabat kita sebut ultrared. Jenis yang bersahabat sendiri ada bermacam-macam. Sebagian tubuh kita membutuhkannya untuk kesehatan. Karena dia maka kulit menjadi sehat, dan vitamin D terbentuk, lalu tulang dan gigi menjadi kuat. Sedangkan cahaya yang kurang baik, dapat membuat kulit hitam/legam dan berisiko berubah sifat menjadi sel kanker.

Kanker kulit dapat terjadi bila berkelanjutan terpapar cahaya ultrared di siang hari. Radiasi panas itu yang mengubah sel-sel di kulit, seringnya di kulit wajah, menjadi sel yang berubah sifat menjadi sel kanker. Itu sebab betapa penting melindungi kulit selama berada di bawah sengatan radiasi yang panas ini. 

Semua butuh cahaya matahari. Termasuk kulit, tulang, dan gigi kita. Tetapi tidak semua spektrum matahari kita perlukan. Hanya bila di pagi hari, sebelum pukul 10.00, kita dapat menerima manfaat itu. Berjalan kaki pagi sampai menjelang pukul 10.00, selain membuat jantung bugar, otot  kokoh, dan tulang kuat, juga dapat menyerap vitamin D yang masuk ke dalam darah kita. Apabila vitamin D tersedia, kalsium terbentuk dan beraktivitas fisik, maka lengkap sudah kekokohan tubuh, juga kebugaran kulit.

Tabir surya
Tentu kita tidak bisa memilah mana radiasi matahari yang bersahabat dan mana yang tidak. Kita hanya bisa mengetahui kapan waktu yang tidak menyehatkan itu tiba. Tapi di antara waktu aman itu juga masih ada radiasi buruk. Tak cukup hanya memanfaatkan payung, kaca mata hitam, topi, cadar, atau apa pun pelindung bagi tubuh kita. Kita juga memerlukan pelindung kulit kimiawi. Tabir surya namanya.

Orang di negara tropis butuh lebih banyak tabir surya. Ini pelindung terpilih yang diakui dunia medik untuk setia melindungi kulit kita dari segala yang merusaknya. Termasuk perlindungan terhadap ultraviolet buruk, selain ultrared juga. Orang yang aktivitas hariannya banyak di luar rumah lebih membutuhkan perlindungan kulit. Makin lama dan sering terpapar matahari makin besar kebutuhan akan tabir suryanya. Walaupun ultraviolet tidak langsung memapar mengenai kulit sebagaimana sengatan matahari, namun ultraviolet layaknya sinar tanpa terasa dapat juga menyengat kulit kita.

Kita tahu ultraviolet tidak menyengat seperti ultrared, tapi hanya berupa sinar. Rumah yang memiliki banyak ruang berkaca, lebih besar paparan mataharinya. Pelindung rumah jenis ini membutuhkan pelindung kaca film agar paparan radiasi matahari seminimal mungkin tanpa perlu mengurangi daya sinarnya.

Warna dan model pakaian
Yang banyak beraktivitas di luar rumah, penting memerhatikan model pakaian selama berada di ruang terbuka pada siang hari. Mungkin memilih model pakaian yang lebih menutupi kulit, berlengan panjang, bercelana panjang, dan tidak melepas topi atau payung. Seberapa mungkin, tak ada bagian kulit yang terkena cahaya matahari di siang hari.

Selain perlindungan secara mekanik, warna pakaian juga mempengaruhi penyerapan cahaya matahari, selain radiasi panas. Pilih warna pakaian yang lebih terang. Jika warna pakaian tidak gelap, sebagian besar cahaya yang memapari kulit akan dipantulkan dan sedikit yang terserap. Jauhi memilih warna hitam, dan cenderung memilih warna pakaian putih.

Kalau bisa memilih, tidak membiarkan lebih lama berada di luar rumah, di bawah terik matahari. Hindari terpapar cahaya matahari pada siang hari. Tubuh hanya membutuhkannnya kurang dari setengah jam sinar matahari pagi untuk mengolah vitamin D, kalsium, demi menyehatkan tulang tubuh kita.***

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait