Minum Teh Manis Setelah Makan

Ups, Minum Teh Manis Usai Makan, Apa Efeknya ya?

Selain air putih, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Minuman ini dipercaya mengandung tinggi antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit jantung, membangun tulang lebih kuat, dan meningkatkan suasana hati, menurut Harvard Health Publications.

Kebanyakan masyarakat suka menikmati teh manis usai makan, padahal kebiasaan ini sebetulnya kurang baik bagi proses pencernaan. Simak penjelasan medisnya berikut ini ya.

Mengurangi Penyerapan Zat Besi

Minum teh juga dapat menghambat atau mengurangi penyerapan zat besi dalam usus, yang dapat mengakibatkan anemia. Teh mengandung flavonoid, antioksidan yang mempunyai banyak manfaat kesehatan. Akan tetapi sifatnya mengikat zat besi yang ditemukan dalam makanan nabati seperti kacang-kacangan, sayuran, dan produk susu. The Linus Pauling Institute menyatakan meminum 1 cangkir teh hitam setelah makan dapat mengurangi penyerapan besi hingga 70%.

Mengandung Kafein

Teh hitam mengandung lebih banyak kafein ketimbang varietas hijau, putih, atau oolong. Menurut The Linus Pauling Institute, secangkir teh hitam mengandung 42-72 mg kafein atau setara dengan ½ porsi kopi. Walau kafein bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menangkis kantuk, ada beberapa kelemahan jika teh dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut MedlinePlus, konsumsi lebih dari 5 cangkir teh setiap hari dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, sakit kepala, lekas marah, insomnia, dan masalah pencernaan.

Menambah Asupan Gula

Secangkir teh manis yang dikonsumsi setelah makan dapat menambahkan 50-90 Kalori per 250 mL. Terlalu banyak meminumnya dapat memicu kelebihan berat badan dan diabetes. American Heart Association merekomendasikan tidak lebih dari 100 Kalori untuk perempuan dan 150 Kalori untuk laki-laki dari tambahan gula setiap hari.

Cara Meminimalkan Efek Samping

Untuk mengurangi efek samping, minum teh setidaknya satu jam sebelum atau sesudah makan, dan perbanyak konsumsi ikan, unggas, daging, atau makanan kaya vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi, seperti yang dirilis di Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada September 2000. Pertimbangkan juga untuk memilih teh yang mempunyai kadar kafein lebih rendah dan coba tambahkan susu untuk mengurangi keasaman teh. Konsumsi juga teh tanpa gula atau gunakan pemanis rendah Kalori agar terhindar dari penambahan Kalori yang tidak diperlukan bagi tubuh.

Walaupun memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh, pertimbangkan waktu dan cara yang tepat untuk meminum teh ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait