Varises Apa Bahayanya?

Varises selain tak enak dipandang, juga memunculkan keluhan yang menyimpan bahaya. Apa bahayanya?

VARISES dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kebanyakan lantaran turunan. Bukan hanya di tungkai, varises juga dapat tumbuh di organ dalam. Di liang dubur dapat menjadi wasir. Pada pembuluh balik kerongkongan terancam pecah jika tekanan darah atau oembuluh balik hati sangat meninggi (portal hypertension). Umumnya varises berarti pelebaran pembuluh balik tungkai.

Pembuluh darah balik mengantarkan darah dari tubuh kembali ke jantung. Setelah melepaskan makanan, darah dari pembuluh nadi (arteri), melewati pembuluh rambut, lalu masuk ke pembuluh balik.

Berbeda dengan pembuluh nadi, pembuluh balik atau vena di tungkai memiliki katup atau klep pada dindingnya. Pada setiap bagian dindingnya ada katup yang berfungsi menahan aliran darah yang naik menuju jantung agar tidak turun balik kembali.

Saat aliran darah balik dari tungkai ke jantung melawan gaya berat. Aliran darah tersebut mudah tersendat, dan tertahan di pembuluh balik. Agar aliran darah tidak turun oleh gaya beratnya, maka katup pada dinding pembuluh balik yang menahannya.

Pada orang yang berbakat varises, fungsi katup pembuluh baliknya tidak bekerja normal. Maka darah terbendung pada bagian yang ada katupnya, dan bendungan sejumlah volume darah setempat bertambah. Penambahan volume darah setempat yang terbendung di pipa pembuluh vena ini yang akan menjadikan pipa vena melebar.

Berbulan-bulan, bertahun-tahun pipa vena melebar. Semakin memburuk fungsi katup pipa vena, semakin melebar pembuluh venanya. Melebarnya pembuluh vena yang tampak sebagai tali berwarna kebiruan di bawah kulit, adakalanya sampai menonjol mirip tali, itulah yang disebut varises.

”Mematikan” vena yang melebar
Vena yang sudah melebar tidak mungkin dikoreksi. Fungsi katup yang menurun juga tidak dapat diperbaiki. Maka satu-satunya cara untuk menyembuhkan varisesnya dengan ”mematikan” pipa pembuluh venanya.

Caranya dengan menyuntikkan obat khusus yang dapat mematikan pipa vena. Dengan demikian pipa pembuluh venanya menjadi rusak dan sudah tidak dapat dilalui aliran darah lagi. Aliran darah balik ke jantung beralih ke cabang vena lainnya.

Apabila varises belum terlampau parah dan belum sampai menonjol, dapat dicegah agar tidak bertambah lebar. Biasanya dengan mengenakan stocking khusus antivarises. Pipa vena ditekan secara elastis oleh kaus kaki stocking yang wajib dipakai terus, sehingga mencegah vena tidak terus melebar. Namun cara ini bukan untuk mengempiskan vena yang sudah melebar.

Obat-obatan antivarises tidak semuanya menyembuhkan. Sebagian hanya bersifat agar tidak menambah parah saja. Termasuk pemberian vitamin yang membantu memelihara kekuatan dinding pembuluh vena. Diharapkan dinding pipa vena tidak lekas kendur oleh tekanan aliran darah yang semakin penuh bendungannya.

Angkat tungkai lebih tinggi dari dada
Oleh karena aliran darah berat mendaki ke atas menuju jantung, maka pekerjaan yang lebih banyak berdiri perlu dibatasi. Semakin lama berdiri, semakin berat aliran darah terangkut ke atas. Biasanya keluhan varises, umumnya pegal dan nyeri di tungkai, muncul sehabis banyak berdiri.

Ibu rumah tangga yang sibuk di dapur, melakukan pekerjaan rumah sambil berdiri, menyeterika, cuci piring, sehabis bikin kue, jika memiliki varises, biasanya keluhan varisesnya itu muncul sehabis banyak berdiri.

Untuk memperbaiki aliran darah sehingga tidak terjadi bendungan darah di tungkai, upayakan agar posisi tungkai lebih tinggi dari dada. Maksudnya agar aliran darah oleh gaya beratnya lebih lancar mengalir menuju jantung.

Maka dianjurkan pada pengidap varises, agar lebih sering mengangkat kedua tungkainya setiap kali ada kesempatan beristirahat. Selama tidur, atau berbaring istirahat pun biasakan agar tungkai diposisikan lebih tinggi dari dada. Caranya mengganjal kedua tungkai dengan bantal.

Bahaya emboli
Bendungan darah di dalam pipa pembuluh vena membuat aliran darah dari bawah menuju jantung tidak lancar. Di bagian katup vena darah menderas, dan bisa terjadi turbulensi. Lama-kelamaan benturan aliran darah yang menderas dan dapat mencederai dinding venanya. Pada lokasi katup yang kurang berfungsi pun bisa saja tersangkut butiran lemak, sel-sel darah, atau terlepasnya lapisan sel. Bukan jarang terjadi peradangan vena juga (thrombophlebitis).

Pipa pembuluh vena yang meradang, atau sifat darah yang kental, aliran darah yang melamban di bagian vena tertentu, bisa saja menghanyutkan butiran macam-macam komponen dalam darah. Lepasnya butiran apa saja dalam aliran darah yang disebut emboli.

Emboli dapat terjadi di pembuluh nadi, maupun pembuluh balik vena. Akibat yang timbul jika emboli di pembuluh nadi berbeda dengan bila terjadi di vena. Sumbatan emboli di pembuluh nadi mengurangi pasokan darah berisi makanan dan oksigen sehingga organ yang dipasoknya terganggu. Pada otak terjadi stroke. Pada jantung terjadi serangan jantung koroner.

Untuk menghindari terjadinya emboli, maka dianjurkan sebaiknya sering bangkit dari posisi duduk yang lama, lakukan berjalan kaki, menggerak-gerakkan tungkai, agar aliran darah tidak terbebani selama dalam posisi tungkai tertekuk untuk waktu lama.

Pada posisi tungkai diam tertekuk lama, aliran darah lebih mengalami hambatan alirannya menuju ke jantung. Semakin meliuk-liuk, aliran darah membentur-bentur dinding pembuluh vena, sehingga ada aliran yang menderas, terjadi turbulensi, maka butiran dalam darah yang terbentuk dan terlepas menjadi emboli.

Share artikel ini:

Artikel Terkait