Waspadai Penularan Virus Hepatitis A dari Makanan

Hati-hati sakit kuning bisa bersumber dari makanan yang terkontaminasi virus. Yuk, kita kenali lebih dekat apa dan bagaimana penyakit hepatitis A itu.

Tahukah Anda, bahwa:

  • Hepatitis A adalah infeksi hati akibat virus hepatitis A. Gejalanya timbul sekitar satu bulan setelah terserang virus. Pada anak, biasanya infeksi berlangsung tanpa gejala. Semakin tua usia seseorang saat terserang, gejala penyakit akan semakin berat. Awalnya penderita akan merasa demam, lemas, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri perut, lalu urin berwarna gelap seperti teh, disusul timbulnya kuning di mata dan kulit.
  • Setelah sembuh, hepatitis A tidak menjadi kronis.
  • Orang yang sakit hepatitis A atau pembawa (carrier) akan mengeluarkan virus hepatitis A dalam kotoran mereka. Bila mereka bekerja mengolah makanan atau memasak tanpa higiene yang baik dan terjaga, maka ada kemungkinan masakannya terkontaminasi virus.
  • Tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis A, karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah 6-12 minggu. Terkadang penderitanya perlu dirawat di rumah sakit bila gejalanya berat.
  • Setelah Anda sudah terkena hepatitis A, maka Anda tak bisa lagi terserang penyakit itu seumur hidup.
  • Hepatitis A dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi dapat diberikan sejak usia 2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan dan memberikan perlindungan jangka panjang.
  • Sekitar satu bulan setelahnya, sekitar 90% orang membentuk antibodi yang protektif. Vaksinasi kedua bertujuan meningkatkan antibodi dan memastikan jumlahnya cukup banyak agar bersifat protektif.

Siapa yang perlu vaksinasi?

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia menganjurkan setiap anak di atas 2 tahun mendapat vaksinasi ini.
  • Orang yang akan bepergian ke negara dengan angka kejadian hepatitis A tinggi.
  • Orang yang menderita penyakit hati kronik, gangguan faktor pembekuan (misalnya hemofilia), dan orang yang bekerja di laboratorium berkaitan dengan virus hepatitis A.
  • Pengguna narkotika

Referensi:

  • Weisberg SS. Hepatitis A. Dis Mon 2007;53(9);447-52
  • Center for Disease Control and Preventation. Viral Hepatitis A. Diunduh dari http://www.cdc.gov pada 1 November 2007

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait