Yang Perlu Diketahui Seputar Kesehatan

Memeriksakan diri ke dokter sebaiknya tidak hanya ketika sedang sakit. Tujuannya sekiranya ada yang menyimpang, bisa langsung dikoreksi. Sekurang-kurangnya sebagai upaya pencegahan (preventive medicine). Umumnya kita tidak melakukannya, sehingga banyak kasus sudah terlambat untuk dapat disembuhkan. Di bawah ini beberapa hal penting seputar kesehatan.

  • Tekanan darah. Kenali tekanan darah sendiri sejak kecil. Periksa berkala setiap bulan sekali. Bila awalnya dalam batas normal (120/80 mmHg), mendadak lebih tinggi, atau lebih rendah perlu waspada. Tekanan darah 139/89 mmHg masih tergolong normal. Belum tentu perlu obat, namun perlu waspada. Untuk menormalkan, tidak harus dengan obat. Turunkan berat badan, berolahraga, dan batasi garam dapur (low sodium diet). Begitu juga kalau lebih rendah, upayakan dinaikkan dengan rutin berolahraga dan minum kopi.
  • Lemak darah (lipid). Tidak semua orang mewarisi turunan lemak darah yang tinggi (hyperlipidemia). Sebagian besar lemak darah tinggi akibat menu yang berlebihan lemak. Membiarkan lemak darah tetap tinggi berpeluang terbentuknya lapisan ”karat lemak” dinding pembuluh darah. Karat lemak ini yang akan menyumbat pipa pembuluh darah sehingga terjadi serangan jantung koroner, atau stroke, selain sumbatan pada bola mata, usus, dan ginjal. Maka menu harian harus seimbang (balance diet).
  • Gemuk tapi kurang gizi. Orang yang kecukupan makan juga bisa kekurangan gizi. Gemuk tapi kurang gizi bisa terjadi jika menu hariannya tidak lengkap dan cenderung sama (”monodiet”). Tubuh butuh 40 jenis zat gizi. Dan itu dicukupi dari menu harian. Kalau menunya tidak bervariasi, tubuh tidak mendapatkan semua ke-40 zat gizi yang tidak dapat diproduksinya sendiri. Maka menu harian perlu 4-5 macam setiap kali terhidang di meja makan rumah. Bahan menunya harus masih segar, mengolahnya tidak terlampau panas, dan beragam setiap harinya.
  • Kurang darah bukan darah rendah. Ya, kurang darah berarti sifat sel darahnya yang di bawah normal. Bisa jumlah sel darah merahnya, bisa juga kandungan zat pemerah darah (haemoglobin, Hb) dalam sel darah merahnya, atau keduanya. Kurang darah oleh kekurangan jumlah sel darah merah (erythrocyt) terjadi jika terjadi perdarahan banyak dalam waktu singkat. Akibat kecelakaan, atau perdarahan dalam tubuh. Volume darah berkurang dadakan. Namun kurang darah sebab sifat sel darahnya yang menurun (anemia), sedang sel darah merahnya tetap volumenya, namun zat pemerah darah sel darah merahnya yang di bawah normal. Ukuran darah dalam kadar Hb. Paling sering disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe). Kurang darah anemia bisa juga oleh kekurangan vitamin B12, asam folat, atau kekurangan protein. Maka perlu dilacak apa penyebab kurang darah atau anemia harus ditemukan dulu apa penyebabnya.
  • Berat badan. Idealnya berat badan tidak gemuk, tidak juga kurus. Tentu saja berat badan menjadi salah satu parameter sehat tidaknya seseorang. Cara menghitungnya dengan BMI (body mass index), yakni berat badan dalam kilogram dibagi pangkat dua tinggi badan dalam meter. Indeks idealnya berkisar 20-25. Lebih dari 25 tergolong kelebihan berat badan, sedang kurang dari 20 tergolong kurang berat.
  • Nadi. Denyut nadi yang teraba di pergelangan tangan atau samping batang leher mencerminkan denyut jantung. Normal dalam keadaan istirahat sekitar 70 denyut/menit.
  • Fungsi ginjal. Kerusakan ginjal sering belum memunculkan keluhan. Selagi masih ringan, sebaiknya dicegah agar tidak bertambah rusak. Dari pemeriksaan darah laboratorium akan terdeteksi apakah fungsi ginjal sudah menurun. Ginjal bisa rusak akibat infeksi, kebanyakan minum obat atau jamu, atau bahan berkhasiat lain dengan sembarangan, serta ada riwayat syok (tekanan darah anjlok).
  • Fungsi hati. Sama dengan ginjal, hati juga belum tentu memunculkan gejala pada kerusakan awal. Fungsi hati menurun jika terinfeksi (virus), banyak mengonsumsi alkohol, obat, jamu dan racun kacang-kacangan (aflatoxin). Dari pemeriksaan darah labotatorium dapat terdeteksi apakah fungsi hati sudah menurun.
  • Gigi. Kita sering mengabaikan pemeriksaan gigi. dianjurkan memeriksakan gigi berkala setahun sekali. Gigi berlubang seujung jarum sering tidak nampak, tak disadari, karena belum ada keluhan. Bermula dari seujung jarum ini, gigi bisa cepat keropos, dan berpotensi terlambat ditambal, karena sudah terjadi infeksi akar gigi.
  • Pancaindera. Tes pancaindera diperlukan untuk mencegah kerusakan atau gangguan yang lebih berat. Ketajaman penglihatan khususnya. Mulai umur 40 tahun normalnya setiap orang sudah harus memakai kacamata baca (lensa plus) untuk melihat dekat. Dan jika ada mata sakit (myopia, hypermetropy), perlu lensa minus untuk melihat jauh. Semakin dini dikenali, semakin ada harapan untuk tidak memakai lensa minus tinggi. Semakin tinggi minusnya, semakin rusak, dapat menimbulkan penyakit mata.

Share artikel ini:

Artikel Terkait