Ketika Si Kecil Sulit Buang Air Besar

Bukan saja soal makanan yang masuk, perlu diperhatikan pula, kapan ampas makanan harus dikeluarkan. Jangan biarkan sampai mengalami kesulitan buang air besar. Apa kiat dan cara mengatasi masalah sulit buang air besar?

TIDAK sedikit ibu yang mengeluh mengenai buang air besar anaknya. Ada sejumlah penyebab kesulitan buang air besar (BAB) anak. Jika dokter telah memastikan tidak ada gangguan organ setempat, misal adanya: kelainan metabolisme, usus terlipat, fisura (retak/rekahan), pembengkaan, kelainan saraf setempat dll. Kemungkinan penyebab sulit BAB yang paling sering umumnya soal menu harian anak.

Kurang cairan dan minum air putih
Paling sering kasus kesulitan buang air besar (BAB), penyebabnya kurang asupan cairan. Anak relatif butuh lebih banyak cairan dibanding orang dewasa. Selain dari cairan susu yang diminumnya dalam keadaan tertentu, kebutuhan cairan anak meningkat dari biasa.

Cuaca sedang panas, penguapan tubuh meningkat saat anak beraktifitas fisik atau  menempuh perjalanan jauh, sedang demam, atau saat dan sehabis diare, anak perlu ditambahkan porsi minumnya. Bila kurang, kemungkinan tinja menjadi lebih kering dibanding normalnya sehingga sukar dikeluarkan dengan lancar.

Bila sehari saja tinja tidak dibuang keluar, akan bertambah kering, karena tinja yang tertahan lebih lama di dalam usus besar, semakin banyak cairan diserap usus. Tinja menjadi keras dan liat. Ini sangat merugikan kesehatan, terlebih jika toksin yang berada dalam tinja ikut diserap kembali oleh usus.  

Selain faktor kecukupan cairan dan minum air putih, kondisi tinja juga dipengaruhi oleh seberapa banyak asupan serat. Serat bersifat mengikat dan menahan air serta memberi volume pada tinja. Hingga dengan mudah merangsang dinding rektum (penampung tinja) buang air besar. Sebaliknya jika kurang serat serta air, volume tinja kecil dan keras, tak cukup kuat merangsang dinding rektum untuk mendorong tinja keluar.

Serat pangan larut tertentu bersifat prebiotik yaitu menjadi ‘makanan’ bagi bakteri-baik dalam usus, dan meningkatkan jumlahnya. Selama bakteri-baik subur di dalam usus anak, pembentukan dan pengeluaran tinja tidak bermasalah, dan kesehatan pencernaan terjaga. Tentu saja tetap perlu tambahan minum air putih, mengingat serat bersifat mengikat air.

Menu tak seimbang antara lain kurang karbohidrat (nasi, ubi, mie, roti, sereal) atau kebanyakan lauk telur, daging, kacang-kacangan (protein), dapat menyebabkan sulit BAB. Residu (ampas) protein yang tak terpakai mempengaruhi konsistensi tinja menjadi keras & liat.

Residu mineral umumnya dari suplemen (biasanya bercampur vitamin) yang berlebihan dalam usus dapat mengacaukan kadar keasaman cairan dalam usus, pH yg tinggi dapat menyebabkan tinja keras selain tidak kondusif bagi kehidupan bakteri-baik dalam usus. Oleh karena itu tidak perlu suplemen bila dokter tak menganjurkan. Lebih baik atur variasi menu dari ragam makanan bergizi seimbang (memadai & baik) untuk mencegah sulit BAB.
 
Takut buang air besar
Tak jarang pengeluaran tinja yang keras mencederai liang dubur anak. Sekali anak mengalami sembelit, biasanya akan menimbulkan efek jera bila liang duburnya terluka. Karena rasa takut itulah, anak tidak mau BAB.

Pada kasus di atas perlu bantuan untuk mengeluarkan tinja yang keras secara manual. Olesi minyak kelapa atau baby oil di sekitar liang dubur. Dudukkan anak dalam posisi berjongkok penuh. Tuntun anak agar mau mengedan. Sambil anak mengedan, tekan sekitar liang dubur yang sudah diolesi minyak.

Apabila liang dubur anak terluka, perlu segera diolesi krim antibiotika agar lekas sembuh. Membiarkan luka berlama-lama selain terinfeksi, juga menghambat buang air besar berikutnya. Guna mencegah infeksi selalu bersihkanlah dubur tiap kali selesai BAB, dengan sabun tertentu yang rendah kadar keasamannya (pH dibawah 4). Sering sabun biasa (alkali) membuat iritasi dubur.

Anak yang lebih besar (setahun keatas), dan sudah mendapat makanan keluarga, perlu lebih banyak diberi menu berserat. Segala jenis sayuran dan bebuahan selain sereal, amat bermanfaat agar tinja tidak keras, dan merangsang usus untuk lancar mengeluarkannya.

Selama kesulitan buang air besar masih mungkin ditanggulangi secara alami non-farmaka, jangan lekas-lekas memilih obat pencahar. Lebih menyehatkan bila dilakukan dengan perubahan menu, dan buang air besar yang terjadwal setiap hari.

Baru apabila dengan cara-cara tanpa obat tidak menolong, obat diberikan, selain tetap memperhatikan kecukupan asupan cairan dari susu, jus utamanya minum air putih. Jangan abaikan menu berserat tinggi, dan buang air terjadwal setiap hari. Idealnya tiada satu hari pun tanpa BAB. Satu hari tinja tertahan di usus, selalu menjadi lebih keras.

Buang air besar juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Bila anak kurang beraktivitas fisik, lebih sering mengalami kesulitan BAB. Termasuk bila baru sembuh dari sakit, atau baru selesai minum obat antibitotika.

Jenis makanan minuman tertentu bikin sembelit seperti kelebihan lauk dan mineral. Bila menu cenderung kering tak berkuah, minuman soda, teh, kopi, dan buah bergetah, terutama yang rasanya kelat macam salak dan jambu muda, dihindari. Maka perlu memerhatikan asupan jenis makanan minuman serta sayuran dan  kalau anak sedang kesulitan BAB.

Ajak anak aktif gerak, beri menu bervariasi dari ragam makanan bergizi seimbang tidak kekurangan jangan berlebihan terutama protein dan mineral adalah cara sehat menghindari kesulitan buang air besar***

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

Share artikel ini:

Artikel Terkait