Inilah Cara Tepat Menghitung Berat Badan Ideal

Kita pasti sering mendengar istilah berat badan ideal yang harus dimiliki agar tubuh tetap sehat. Definisi ini nampaknya berbeda-beda bagi banyak orang karena jika disesuaikan dengan jenis kelamin, tinggi badan dan gaya hidup, pasti hasilnya akan bervariasi.

Cara menghitung berat badan ideal yang paling umum digunakan adalah dengan mengukur BMI (Body Mass Index) atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Kalkulatornya pun banyak ditemukan online secara gratis dan mudah digunakan. Namun masih banyak yang ragu karena standar yang digunakan.

Menurut ahli kesehatan Cedric X. Bryant, Ph.D., BMI adalah sistem yang digunakan untuk menentukan ‘kegemukan’ seseorang bukan tingkat kesehatannya. Rasio antara berat dan tinggi badan akan menentukan apakah seseorang masuk ke dalam kategori kekurangan, kelebihan, normal atau obesitas. Obesitas pun bahkan dibagi lagi menjadi tiga kategori.

BMI digunakan para ahli kesehatan sebagai informasi untuk mengetahui risiko gangguan kesehatan. Banyak komplikasi kesehatan terkait berat badan seperti hipertensi, kolesterol tinggi hingga Diabetes tipe 2. Kelemahan lain dari perhitungan BMI adalah saat orang yang kelebihan berat badan namun memiliki metabolisme yang tinggi akibat dari aktivitas yang berat. Hal ini ia berarti dikategorikan tidak sehat sedangkan sebenarnya normal karena tingkat metabolisme tidak dihitung.

Cedric kembali menambahkan bahwa menghitung berat badan ideal sangatlah simpel dan tidak perlu hingga mendetail sampai kepada angka yang presisi. Cukup gunakan berat badan (dalam satuan kilogram) yang dibagi tinggi badan kuadrat (dalam satuan meter). Contohnya: Pria dengan berat badan 85 kg dengan tinggi 190 cm, maka menghitungnya adalah: 85 kg : (1,90 m x 1,90 m) = 23.5.

Setelah angka didapatkan, kemudian disesuaikan dengan standar BMI yang sudah ditetapkan bagi pria maupun wanita (keduanya berbeda). Untuk wanita, di bawah angka 18 tergolong kekurangan berat badan atau terlalu kurus sehingga perlu menambah berat badan. 18 hingga 25 tergolong normal atau ideal. 25 hingga 27 berarti kelebihan berat badan dan lebih dari 27 termasuk obesitas dan harus segera melakukan tindakan menguruskan.

Untuk pria, kekurangan berat badan atau terlalu kurus berada di angka di bawah 17. Untuk angka normal berada pada ukuran 17 hingga 23. 23 hingga 27 termasuk kelebihan berat badan dan perlu waspada. Sedangkan obesitas untuk pria berada di angka di atas 27.

Yang perlu diingat adalah, berat badan ideal bukanlah jaminan kesehatan karena BMI tidak menghitung jumlah lemak dalam tubuh namun sebagai acuan rata-rata. Tingkat lemak yang menumpuk di dalam tubuh pun tidak terdeteksi. Dal hal ini, seseorang yang aktif fitnes dan berolahraga tentu memiliki kepadatan otot yang lebih besar ketimbang yang tidak sehingga beratnya terhitung pada otot dan bukan lemak. Begitupula saat seorang wanita yang rajin berolahraga namun beratnya kemudian turun, itu berarti kadar lemaknya yang mulai terkikis dan digantikan dengan masa otot yang mulai berkembang, seperti yang diungkapkan spesialis gizi klinik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, DR dr Samuel Oetoro MS SpGK (K).

Untuk lebih akurat, dr. Phaidon L. Toruan dalam bukunya ‘Fat Loss Not Weight Loss’ menjelaskan, bahwa berat badan ideal juga harus mengukur komposisi tubuh, misalnya mengukur persentase lemak yang biasa ditemukan di klinik kesehatan atau pusat kebugaran bernama body fat monitor atau mesin bioelectric impedance

Share artikel ini:

Artikel Terkait