"Mama, Adik Bayi Keluarnyanya dari Mana, Sih?"

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak saya perempuan, kini berusia 5 tahun. Belakangan ini ia sering sekali menanyakan datangnya adik bayi itu dari mana. Saya pun bingung menjelaskan hal ini. Bagimana cara terbaik untuk menjelaskan? Wajarkan jika ia juga sering membandingkan alat kelaminnya dengan adiknya yang kebetulan laki-laki? Terima kasih atas penjelasannya.
Ny. Sella – Banjarmasin

Ibu Sella yang terhormat,
Anak bertanya seputar kehamilan, persalinan, dan anatomi tubuh adalah bukti bahwa anak sedang dalam proses belajar seks. Salahkah? Ooo… tentu saja sesuatu yang wajar dialami anak prasekolah yang rasa ingin tahunya tinggi.

Berbagai pertanyaan pun meluncur begitu saja dengan polosnya. Misalnya, “Ma, kok di perut mama bisa ada adik bayinya?” Tentunya pertanyaan ini masih diikuti dengan keheranannya bayi sebesar itu kok bisa keluar dari jalan lahir, mengapa ibu tidak merasa sakit, kenapa orang kawin bisa hamil, atau kenala lelaki tidak bisa hamil.

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu, hendaknya jangan bingung. Jelaskan dengan kata-kata dan ilustrasi yang mudah dimengerti anak. Misalnya, jika anak belum mengetahui arti vagina, maka jelaskan adik bayi kelaur dari perut Anda, tepatnya dari jalan lahir yang letaknya dibagian bawah perut ibu. Nah, jika anak sudah tahu arti vagina, katakan bahwa adik keluar dari vagina. Jelaskan, vagina bisa dilewati adik bayi, karena elastis.

Jika Anda melahirkan sesar, tunjukkan bagian perut tempat keluarnya bayi. Jelaskan alasan adik bayi dilahirkan dengan cara sesarm karena posisi adik bayi di dalam perut hingga tia tidak mungkin dilahirkan secara normal.

Ibu, wajar jika si kecil suka membandingkan alat kelamin laki-laki dan perempuan. Menghadapi hal ini, anda jangan beranggapan bahwa itu jorok, sehingga memberi nama alat kelamin itu dengan nama ”samaran.”

Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang terkadang i luar yang kita perkirakan,. Bagaimana menghadapinya? Ikuti tips berikut:

  1. Hindari berbohong. Hal ini akan membuatnya jadi tertutup atau memilih bertanya paa orang lain. Dengan berbohong padanya, secara tidak sadar Anda telah mengajarinya berbohong.
  2. Jika anda dan suami kepergok sedang berciuman di depan anak, jelaskan bahwa itu adalah salah satu cara untuk saling menyayangi.
  3. Tetap tenang jika anak menanyakan hal-hal di luar dugaan anda. Jika anda kebingungan menjawab, mintalah waktu untuk menjawab di lain kesempatan. Janjikan kapan Anda akan menjawab pertanyaannya. Kesempatan ini manfaatkan untuk mencari tahu ke rekan, kerabat, atau membaca buku untuk menjawab pertanyaan si kecil secara tepat. Dan yang paling penting tepati janji untuk menjawab pertanyaannnya pada waktu yang sudah ditentukan.
  4. Hindari mengasosiasikan pertanyaan yang berbau seks itu jorok, namun jadikan bahwa hubungan pria dan wanita itu sebagian kecil dari pendidikan seks. Untuk itu, ada baiknya Anda menyebutkan alat kelamin lelaki apa adanya, yaitu penis, bukan ”burung,” dan alat kelamin perempuan vagina, bukan ”dompet.”
Dengan mengajarkan pendidikan seks secara benar pada si Kecil, ia akan memiliki keterbukaan tentang seks, sehingga kelak ia tidak melakukan perbuatan menyimpang. Ini semua akan semakin lengkap jika dibarengi dengan memberikan pendidikan agama dan budi pekerti sejak usia dini.

Inspirasi Bunda
Memanggil si kecil dengan namanya dan disertai dengan kontak mata akan memberikan pesan kepada si kecil tersebut bahwa ia special. Anak belajar mengasosiasikan bagaimana cara orangtua menggunakan namanya dengan perilaku yang diharapkan darinya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait