Manfaat Gandum Utuh Bagi Si Kecil

Kini makin disadari kalau gandum utuh lebih menyehatkan daripada gandum yang di ‘proses kupas’ hingga berbentuk tepung terigu. Proses pembuatan terigu banyak menghilangkan zat gizi yang terkandung dalam biji gandum, yang memberi kebaikan.

Gandum Utuh (whole wheat)

Gandum termasuk golongan pepadian. Proses panen dan dan pengilangannya dari bulir gandum menjadi biji gandum kupas, macam beras. Dari bulir-gandum* menjadi gandum-utuh*, bulir-gandum dikilang, dengan menguliti sekam* hingga  menjadi gandum-pecah-kulit* yang berwarna kecoklatan karena masih terdapat kulit-ari. Untuk memproses menjadi terigu gandum-pecah-kulit kemudian di slyp* dengan mesin poles (polished roll) kulit-arinya dibuang hingga gandum putih berkilau.

Proses pembuatan terigu dari gandum yang kaya vitamin B dan serat-larut menjadi hilang, karena sebagian besar terbuang bersama kulit-arinya. Padahal serat-larut membantu memberi manfaat kesehatan bahkan kesehatan darah. Kandungan berbagai mineral dan  vitamin B group pada kulit ari gandum bermanfaat membantu mesin-tubuh menjadi lancar dalam memproses makanan menjadi energi.

Nutrisi Gandum Utuh dan Manfaatnya

Selain sebagai sumber kalori bagi tubuh, gandum-utuh kaya akan serat (fiber) mineral, dan vitamin. Oleh karena lebih menyehatkan dibanding produk yang dibuat dari tepung terigu. Sekarang kita lihat di banyak pasar swalayan, gandum-utuh makin dicari orang. Hal ini karena keunggulannya dibanding setelah menjadi terigu.

Vitamin terbanyak dalam gandum-utuh tentu saja sebagai mana lazim sereal, kaya akan vitamin B group, khususnya vitamin B1. Tubuh anak membutuhkan banyak vitamin B untuk syaraf & otak, kesehatan listrik jantung, serta metabolism zat pati sendiri. Anak yang dilahirkan dari ibu yang selama hamil kekurangan vitamin B1 mungkin terlambat bicaranya, atau suaranya tidak keluar (aphonia). Begitu juga kemampuan otot-otot gerak tungkainya.

Gandum-utuh sebagai makanan pokok menyehatkan karena tergolong karbohidrat kompleks (majemuk), bukan sumber zat pati tunggal seperti gula. Tubuh perlu waktu lebih lama mengolahnya sebelum menjadi gula-darah siap pakai. Jenis karbohidrat ini yang dibutuhkan agar gula tak lekas diserap, selain menyehatkan, baik untuk saluran cerna pula. Mengonsumsi gandum-utuh atau olahannya untuk sarapan pagi hari jauh lebih menyehatkan ketimbang mengonsumsi zat pati tunggal, seperti gula, sirop, atau penganan bergula lainnya.

Serat atau fiber yang dikandung dalam gandum-utuh juga bermanfaat untuk melancarkan fungsi pencernaan. Kekurangan serat yang pada kebanyakan orang mengganggu kerja usus, selain berisiko terbentuknya kanker usus.

Selain vitamin B group, gandum-utuh juga kaya akan zat besi (Fe) dan copper (Co). Ini jenis mineral yang sangat membantu proses pertumbuhan anak. Zat besi kita tahu untuk pembentukan sel darah merah, dan copper untuk pembentukan kerangka tulang juga. Anak yang kekurangan zat besi dan copper terhambat laju pertumbuhannya.

Dalam gandum-utuh juga ditemukan vitamin E dalam bentuk minyak (wheat germ oil). Peran vitamin E juga cukup besar dalam proses tumbuh-kembang anak. Sejumlah fungsi dimainkan oleh kehadiran vitamin E bagi tubuh anak.

Oleh karena itu, sekarang ini banyak penyakit atau gangguan pencernaan yang sumber penyebabnya lebih pada urusan makanan dan menu harian, kehadiran gandum utuh menjadi amat dibutuhkan. Kasus kanker usus besar kini melonjak tinggi di mana-mana lantaran pilihan menu yang salah. Antara lain, kekurangan serat dalam menu harian, selain kelebihan asupan protein dan lemak.

Gandum utuh kembali ke menu alami

Karena gandum tergolong bahan makanan alami seperti halnya madu, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan sereal lainnya, maka barang tentu, gandum yang harus kita pilih.

Seperti halnya bekatul atau ampas beras giling yang menyehatkan di situ pula letak vitamin B dan mineralnya, berbeda dengan beras putih. Roti atau biskuit gandum-utuh memiliki rasa yang khas, tidak sama dengan roti putih atau cake yang terbuat dari bahan terigu. Di situ tantangannya ketika harus memilih mana yang lebih menyehatkan.

Sekali lagi, tidak perlu jadi profesor Ilmu Gizi untuk mengenal jenis makanan dan  menu menyehatkan. Lezatnya suatu makanan/menu, harus dipertimbangkan apakah itu menyehatkan atau ‘bakal’ membuat masalah kesehatan. Sebaliknya, rasa yang belum terbiasa akan suatu makanan/menu, perlu dibiasakan terlebih jika itu menyehatkan. Seperti gandum-utuh lebih sehat meski tak selezat donat, kentang kukus berkulit lebih sehat meski tak selezat kentang goreng (french fries).

Kalau ingin sehat, lidah harus dibiasakan untuk tidak selalu berpihak kepada yang serba lezat dan kurang menyehatkan. Sesekali mengkonsumsi yang lezat tentu tidak dilarang. Namun kelebihan mengkonsumsi yang kurang sehat  sebagaimana dilakukan kebanyakan orang sekarang, akumulasi sifat buruknya akan dipikul oleh tubuh dan menjadi penyakit nantinya.

Maka akan lebih bijak apabila sejak kecil anak dibiasakan mengonsumsi makanan dan menu yang menyehatkan, sehingga terbiasa pada menu makanan sehat. Antara lain terbiasa dengan rasa gandum-utuh, nasi beras merah, ubi-rambat atau kentang berkulit, apel tak dikupas, makan anggur dan mengunyah bijinya, tomat kukus dan sebagainya.

GLOSARI :

  • Bulir gandum: gandum yang sudah dirontokkan dari jerami (tangkai gandum)
  • Sekam: kulit luar (yang keras) dari bulir-gandum 
  • Gandum-utuh (whole wheat) = Gandum pecah-kulit
  • Gandum pecah-kulit: Gandum yang telah di buang sekamnya, tetapi kulit arinya masih utuh
  • Gandum Slyp: Gandum yang dibuang kulit arinya dengan mesin ’poles’

Share artikel ini:

Artikel Terkait