Manfaat Zat Besi Untuk Perkembangan Otak Anak

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas. Iya kan, Bu? Kecerdasan otak anak selain didapat dari faktor genetik juga harus didukung oleh nutrisi yang baik, yaitu zat besi. Zat besi adalah salah satu nutrisi yang sangat menunjang kecerdasan anak. Namun, belum banyak orang tua yang mengetahui akan pentingnya zat besi ini.

Menurut Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K), perkembangan otak pada anak tidak terlepas dari pembentukan mielin. Mielinasi atau pembentukan selubung saraf terjadi pada kehamilan trisemester ke tiga hingga dua tahun setelah kelahiran. Pada proses ini penting untuk menyempurnakan kerja otak.

Mielin terdiri dari berbagai zat yang mengandung lemak dan protein. Oleh karena itu, berbagai jenis lemak sangat diperlukan sebagai bahan pembentuk selubung saraf. Dan yang tidak kalah penting, dalam pembentukan mielin sangat membutuhkan zat besi.

Banyak ahli berpendapat jika zat besi merupakan nutrisi yang paling penting untuk kecerdasan otak. Kenapa? Karena zat besi adalah unsur yang paling penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktifitas saraf. Selain itu, zat besi juga membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf.

Lalu, apa yang terjadi saat anak kekurangan zat besi? Kekurangan zat besi akan memberikan akibat yang fatal bagi anak. kekurangan zat besi berarti proses mielinasi akan terganggu. Nah, terganggunya proses ini dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan pengelihatan pada anak.

Selain itu, kekurangan zat besi dapat menghambat pembentukan zat kimia penunjang kerja otak yang bernama neurotransmiter. Jika hal ini terjadi, anak dapat memperlihatkan perilaku hiperaktif.

Anak anda mengalami gangguan konsentrasi dan kesulitan pada pelajaran matematika? Ini adalah salah satu akibat anak yang kekurangan zat besi. Hal ini juga mengakibatkan penurunan nilai tes psikologi, tes konsentrasi, mengurangi kemampuan belajar konsep, dan menurunkan daya ingat.

Selain pengaruhnya yang sangat kuat terhadap kecerdasan otak, zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah. Sehingga, kurangnya zat besi dapat menyebabkan anemia atau penyakit kurang darah.

Bagaimana kiat mencegah kekurangan zat besi pada anak? Ibu, perhatikan asupan zat besi sejak masa kehamilan. Karena perkembangan otak anak sudah dimulai sejak masih berbentuk janin.Selain itu lakukan deteksi dini anemia kekurangan zat besi pada bayi. Misalnya memeriksa kadar hemoglobin bayi saat usia 9 bulan. Jika hasilnya kurang dari 11 mg/dl, diperlukan terapi zat besi selama tiga bulan.

Pentingnya asupan zat besi pada anak, menuntut para orang tua untuk meningkatkan pengetahuannya tentang makanan yang kaya akan zat besi. Selain itu, orang tua harus bisa mengenali gejala-gejala anak yang kekurangan zat besi. Bu, biasakan pola hidup sehat dengan makanan yang kaya akan zat besi untuk mendukung kecerdasan anak ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait