Melatih Si Kecil Agar Suka Menolong

Satu-satunya bahasa yang bisa dipahami oleh semua manusia, terlepas perbedaan usia, suku, bangsa, dan negara, adalah kebaikan. Siapapun yang berbuat baik pada orang lain, maka pasti orang lain akan berbuat baik kepadanya.

Memang prosesnya tidak selalu langsung seperti itu. Bisa saja orang yang menolong orang lain itu tidak mendapatkan kebaikan dari orang yang ditolong itu. Tapi prinsipnya, siapapun yang suka menolong manusia pasti akan dekat dengan pertolongan manusia juga.

Selain dapat menciptakan hubungan sesama yang positif, tolong menolong juga memberikan pengaruh positif bagi orang yang melakukannya. Orang yang suka menolong, akan membuat jiwanya lebih positif, jiwanya lebih besar, dan seringkali lebih bahagia.

Itulah kenapa kita semua perlu menanamkan jiwa yang suka menolong pada anak-anak kita. Cara yang paling sederhana dan punya efek yang luar biasa untuk melatih jiwa si Kecil adalah dengan memperagakan aktivitas kita yang suka menolong orang lain juga.

Memperagakan di sini bisa disebut memberi contoh (teladan). Misalnya membagi makanan, menyisihkan sebagian harta yang kita punya untuk orang yang kurang mampu, meringankan kesulitan keluarga atau orang lain, dan masih banyak lagi.

Bahkan hal-hal kecil di rumah pun bisa kita jadikan contoh dan pelajaran. Misalnya mengambilkan baju atau barang milik anggota keluarga. Contoh adalah yang paling prinsip dalam mendidik.

Jika kita masih belum sempurna untuk memberi contoh, maka kita perlu mendukung inisiatif si Kecil untuk menolong orang lain. Misalnya mendukung inisiatifnya untuk terlibat dalam kegiatan sekolah yang tujuannya untuk tolong-menolong atau menolong orang lain yang sedang terkena musibah. Dengan memberi dukungan itu, dipastikan si Kecil akan semakin termotivasi.

Memberi contoh saja terkadang masih belum cukup. Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memberikan penjelasan dan pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Idealnya, kita perlu menjelaskan alasan-alasan yang riil dan alasan yang abstrak (nilai-nilai atau ajaran). Misalnya, siapa yang menolong orang lain, pasti akan mendapatkan pertolongan juga. Ini yang riil. Sedangkan yang abstrak itu misalnya pahala, balasan Tuhan, atau ibadah.

Bila contoh dan penjelasan sudah sering kita lakukan, maka sudah cukup syarat bagi kita mulai membiasakannya, dari mulai yang terkecil, mudah, dan bisa dilakukan si Kecil di rumah, di sekolah, dan di lingkungannya.

Yang perlu kita ajarkan juga adalah jangan sampai menolongnya berlebihan, atau menolong untuk show, atau juga menolong karena ditekan. Kita memang perlu mengajarkan kebaikan, tapi perlu juga mengajarkan kekuatan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait