Bagaimana Membuat Si Kecil Agar Lebih Betah Di Rumah?

Keseimbangan interaksi termasuk kebutuhan yang sangat penting. Itulah kenapa kita perlu memberi kesempatan seproporsional mungkin agar anak kita bisa berinteraksi di dalam dan di luar rumah.

Interaksi menjadi penting sebab dari sinilah ia akan menyerap berbagai pelajaran hidup. Misalnya belajar tentang hukum kehidupan secara langsung, belajar bersiasat, belajar mengetahui dirinya dan orang lain, belajar mengetahui aturan, dan seterusnya.

Cuma, namanya juga anak-anak, ada kalanya di saat-saat tertentu ia lebih betah bermain di luar atau lebih betah main di rumah teman mainnya. Selama itu masih dalam porsi yang wajar, tentu masih OK. Anak mungkin butuh sensasi baru.

Yang perlu mulai dibutuhkan penyikapan dan tindakan adalah ketika sudah kebabalsan, misalnya makan dan mandi di luar, sering ikut pergi keluarga temannya itu, dan seterunya.

Hal demikian perlu segera dihentikan agar tidak sampai kebablasan atau agar anak-anak kita merasa lebih homey di rumah sendiri. Cara yang bisa kita tempuh salah satunya adalah dengan memberi pemahaman tentang etika, norma, atau aturan.

Misalnya kita memahamkan bahwa mandi harus di rumah, tidak boleh setiap waktu di rumah orang karena barangkali mau tidur, atau punya agenda keluarga khusus, dan seterusnya

Yang tidak kalah pentingnya adalah mengupayakan terjadinya hubungan yang harmonis di rumah, di level kita dengan pasangan, kita dengan orang-orang dewasa lain di rumah, dan kita dengan anak-anak.

Hubungan harmonis dapat diciptakan dengan memaafkan kesalahan, menyelesaikan masalah secara kreatif dan bagus, atau tidak sampai mengumbar konflik dan permusuhan batin. Keharmonisan akan memberikan energi positif bagi rumah tangga.

Karena anak-anak itu dalam proses perkembangannya membutuhkan hiburan dan mainan, maka seoptimal mungkin perlu kita adakan hiburan dan mainan yang sesuai dengan kebutuhan, keadaan, dan kemampuan kita.

Sebetulnya, baik huburan atau mainan atau fasilitas itu lebih baik “kurang-kurang sedikit” ketimbang kebanyakan. Ia akan belajar bagaimana menjaga dan mengoptimalkan penggunaannya.

Jangan lupa menciptakan disiplin, misalnya waktu senja harus di rumah, makan dan mandi harus di rumah dan seterusnya. Disiplin akan membentuk perilaku dan kebiasaan.

Nah, dengan pembiasaan seperti di atas, hampir bisa dipastikan si kecil akan bisa menerima melalui proses pembelajaran bertahap sehingga akan merasa lebih homey di rumah sendiri. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait