Menengok Kadar Gula Minuman Kaleng

e6ba1d9948f91ddd45eaa54c024b26214bb49d02.jpeg

Hampir semua pusat perbelanjaan selalu menyuguhkan minuman kaleng sebagai pilihan untuk mengatasi rasa haus. Kemasan yang praktis dan cepat untuk dihidangkan menjadi salah satu alasan kenapa minuman kaleng belakangan mulai merebak. Bahkan, di tempat publik pun kini telah banyak ditemukan mesin penjual minuman otomatis. Tak heran jika banyak masyarakat yang kian hobi mengonsumsi minuman kaleng.

Terlepas dari praktis dan harganya yang relatif terjangkau, minuman kaleng tetaplah produk olahan yang banyak menggunakan bahan tambahan. Termasuk di dalamnya adalah gula tambahan. Menurut, Gianna Rose, praktisi kesehatan Amerika dalam lansirannya di Livestrong, hampir semua minuman kaleng memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Belum lagi jika minuman tersebut berjenis soda, kandungan gulanya pun semakin lebih tinggi lagi.

Secara umum, minuman kaleng masuk dalam kategori soft drinks. Hal ini tak lepas dari rasanya yang dominan manis dan menggunakan banyak gula di dalamnya. Dari sisi kesehatan, tentu saja minuman ini kurang baik bagi tubuh. Terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang bisa dibilang sering. Sementara itu, Gianna Rose, menambahkan rata-rata minuman kaleng menggunakan 10 sendok makan gula per sajiannya.

Untuk minuman bersoda bisa sampai 11 hingga 12 sendok makan gula. Hasil penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health, menyatakan satu sendok teh gula memiliki bobot sebanyak 4 gram. Jumlah ini sudah mampu menghasilkan 16 kalori. Bisa dikalkulasikan, minuman kaleng biasa dapat menghasilkan 640 kalori dan minuman kaleng bersoda mampu menghasilkan 768 kalori. Sebuah  takaran kalori yang besar untuk sebuah gula.

Imbas dari asupan gula yang berlebihan ini akan merangsang munculnya beragam penyakit gula yang ada dalam tubuh. Dr. Miriam Vos, salah satu peneliti dari Emory University, mengatakan potensi yang paling banyak terjadi saat mengonsumsi minuman kaleng berlebihan adalah kenaikan berat badan dengan cepat. Bila gula darah ini naik secara cepat, maka akan meningkatkan risiko terjadinya diabetes di usia muda. Idealnya, asupan gula yang sehat tak lebih dari 100 kalori atau sekitar 6 sendok makan per hari, pungkas Dr. Miriam Vos dalam tulisannya.