Mengapa Anak Saya Sering Sakit?

"Dok, anak saya usia 4 tahun mudah sekali sakit. Hampir setiap bulan pasti ke dokter. Apa yang harus saya lakukan?"

Kalimat ini pastinya tak asing lagi, atau bahkan mungkin Anda pernah mengalaminya. Banyak ibu khawatir bila anaknya sering sakit. Kebanyakan anak, terutama saat pertama kali memasuki lingkungan baru seperti tempat penitipan anak (daycare) atau sekolah, menjadi sering sakit. Rata-rata anak demikian akan mendapatkan infeksi 12-14 kali pertahun (baik batuk pilek atau diare). Hal ini disebabkan anak terekspos banyak kuman baru.

Semakin lama, anak akan membangun imunitas atau perlindungan terhadap infeksi dan menjadi lebih jarang sakit. Anak yang baru masuk preschool misalnya bisa jadi lebih sering sakit ketika awal-awal masuk sekolah dan jika masing masing infeksi berlangsung satu minggu, si anak tampaknya seperti sering sakit.

Kapan perlu khawatir?
Penting untuk mengetahui apakah ada masalah yang menyebabkan anak lebih rentan sakit dibanding anak lain. Seperti penyakit kekurangan daya tahan tubuh, penyakit TBC, atau penyakit kronis lainnya. Perlu diperhatikan apakah anak-anak ini tumbuh normal baik berat badan atau tinggi badan sesuai umurnya.

Petunjuk lain adalah apakah infeksinya berat hingga mereka harus dirawat misalnya sakit pneumonia, radang otak, infeksi pada darah (sepsis). Pada kebanyakan kasus, infeksi tidaklah serius dan biasanya sembuh sendiri. Pola ini mengarahkan kita kalau anak tak punya masalah yang mendasari. Jika ada kecurigaan terjadi sesuatu yang lebih serius, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut misalnya tes laboratorium atau foto rontgen.

Belajar mengenal kuman
Anak-anak lebih mudah terekspos dengan kuman karena mereka tak menyadari betapa mudahnya kuman menempel di tangan atau bermain terlalu dekat dengan teman bisa membuat mereka tertular.

Dengan begitu banyaknya kuman beredar, bagaimana melindungi tubuh? Tubuh sebenarnya sudah dibekali berbagai sistem pertahanan: mulai dari lapisan kulit yang utuh, saluran napas seperti bulu hidung, lapisan luar saluran napas, saluran pencernaan seperti asam lambung dan gerakan usus, hingga sel darah putih dan antibodi dengan berbagai caranya mencegah dan melawan kuman.

Bila pertahanan pertama tak “mempan”, kuman akan mencari sel tubuh untuk berkembang biak. Umumnya penyakit akan muncul di organ tempat kuman itu berdiam. Misalnya kuman rotavirus yang berdiam di usus akan menimbulkan diare, kuman rhinovirus yang menyukai area hidung akan menyebabkan sakit pilek.

Kuman RSV (Respiratory Synscytial Virus) "gemar" berdiam di saluran napas bawah dan menyebabkan sakit seperti asma pada bayi kecil. Bakteri tertentu juga bisa menyerang beberapa organ, seperti Streptococcus pneumoniae yang bisa sebabkan radang telinga, radang paru-paru, hingga otak. Sebagian kuman juga mengeluarkan racun yang membuat tubuh jadi lebih sakit. Tak lupa, sistem imun terkadang menimbulkan rasa sakit dan demam.

Hebatnya, sistem imun memiliki “ingatan kuat” atau memori hingga sekali melawan kuman, mereka akan ingat terus dan berlipat ganda bila suatu saat ada kuman yang sama. Ini disebut imunitas dan merupakan dasar pemberian vaksin untuk cegah si kecil dari penyakit berat.

Kapan disebut sering sakit?
Hingga usia 1 tahun, anak bisa sakit 8-12 kali pertahun. Selanjutnya, anak sakit rata-rata 6-8 kali. Biasanya penyakit yang menyerang bukanlah penyakit berat, paling-paling sakit batuk pilek, diare, atau penyakit flu lainnya.

Ketika anak beranjak besar, mereka punya kesempatan untuk membangun imunitas terhadap berbagai penyakit, hingga makin jarang sakit. Karena kebanyakan penyakit bersifat musiman, misalnya awal musim kemarau atau saat musim hujan, jumlah penyakit biasanya meningkat pada bulan-bulan tersebut, memberi kesan anak kelihatan sering sakit.

Perhatikan!
# Makin kecil anak, makin rentan terserang penyakit. Semua sakit pada anak di bawah 3 bulan terutama dengan demam tinggi harus dikonsultasikan ke dokter.
# Bedakan penyebabnya, bakteri atau virus? Bakteri merupakan mikroorganisme kompleks dan dibasmi dengan antibiotika. Sedangkan virus amat sederhana, hanya mengandung sedikit molekul protein dan dapat sembuh sendiri. Mengapa anak begitu mudah terserang virus? Karena begitu banyak virus yang ada di dunia ini. Ada sekitar 100 tipe rhinovirus penyebab batuk pilek, lebih dari 60 tipe enterovirus penyebab diare, dan banyak lagi.

Referensi:
Smith KR, Sarmet JM, Romieu I, Bruce N. Indoor Air Pollution in developing countries and acute lower respiratory infections in children. Thorax 2000;55:518-532
Rylander R. Environmental Risk Factors for Respiratory Infections. University of gothenburg. 2000
Berhman RE, Kliegman RM. Textbook of Pediatrics. 1996

Share artikel ini:

Artikel Terkait