Menjajal Olahraga Beregu

Lebih dari sekadar menyehatkan tubuh, olahraga beregu juga bisa mengajarkan anak pentingnya kerjasama dalam meraih tujuan bersama.

Olahraga beregu (team sports) dilakukan oleh dua kelompok yang saling berhadapan dan obyek permainan umumnya berbentuk bola. Beberapa jenis olahraga beregu yang populer adalah sepakbola, basket, hoki, rugbi, bisbol, sofbol, voli, dan kriket. Dilihat dari jenisnya, sebenarnya olahraga beregu tergolong sebagai olahraga aerobik. Olahraga jenis ini berfungsi dalam memacu kerja jantung, menguatkan otot, membentuk fleksibilitas, melatih koordinasi maupun keseimbangan tubuh, serta mengontrol berat badan.
Selain untuk kesehatan, olahraga beregu dapat memberi pengalaman positif terhadap perkembangan mental anak. Beberapa aspek perkembangan psikologis yang dapat diraih dari olahraga ini adalah:

Membangun rasa percaya diri
Selain kemenangan, perbedaan fungsi dan tanggung jawab anggota tim ternyata turut memegang peranan. Contoh, fungsi kiper berbeda dengan penyerang dan kualifikasi yang dibutuhkan juga berbeda. Melalui pembedaan fungsi ini, anak bisa belajar bahwa kelebihan yang dia miliki tak sama dengan orang lain. Dan ini akan membangkitkan rasa percaya diri karena kelebihan yang dimilikinya dibutuhkan kawan demi kepentingan bersama.

Melatih disiplin
Jenis olahraga apapun tentu membutuhkan komitmen dan disiplin. Dalam olahraga beregu, disiplin diri sangat berhubungan dengan keutuhan tim. Bukan hanya disiplin yang berhubungan dengan peningkatan performa, tapi juga waktu. Sebagai contoh, satu saja anggota tim datang terlambat, maka latihan bersama pasti terganggu.

Kerjasama
Hal yang paling jelas dibutuhkan dalam olahraga beregu tidak lain adalah kerjasama seluruh anggota tim. Perbedaan fungsi dan tanggung jawab masing-masing posisi ada untuk saling mendukung. Menang atau kalah ada di tangan tim, dan bukan individual. Lewat olahraga beregu, anak bisa belajar mengenai pentingnya kerjasama, dan sikap ingin menang sendiri bisa menggagalkan tujuan bersama.

Olahraga seharusnya Menyenangkan
Mungkin Anda sudah paham dengan manfaat yang diberikan olahraga beregu, baik untuk kesehatan tubuh maupun perkembangan mental. Namun, ada satu hal yang sebaiknya tidak Anda lupa. Bahwa bagi anak-anak, olahraga tak seharusnya membuat diri tertekan. Hanya karena si kecil berhasil menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan sepakbola antar SD, bukan berarti Anda berhak memaksanya untuk keras berlatih hingga berhasil menjadi penyerang terbaik seantero Indonesia.
Biarkan anak menikmati olahraga sebagai salah satu aktivitas yang menyenangkan. Anak hanya perlu tahu bahwa olahraga adalah wadah untuk mentransfer energinya yang masih berlebih, tempat untuk belajar berkompetisi serta berinteraksi dengan orang lain.

Cocok Tidak, Ya?
Siapapun tak ingin dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tak disukai. Demikian juga dalam olahraga. Meski si kecil senang menemani ayahnya menonton Liga Inggris, bukan berarti dia juga akan senang jika diterjunkan ke lapangan dan bermain sepakbola.

Olahraga beregu lebih cocok untuk anak-anak yang senang berinteraksi dengan orang lain dan suka berada di tengah keramaian. Jika anak Anda cenderung penyendiri, mungkin dia lebih cocok dengan olahraga individual (individual sports), contohnya bela diri, renang, atau senam. Tak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui minat anak selain menanyakan sendiri kepada si kecil. Coba diskusikan, olahraga apa yang sebenarnya ingin si kecil coba jajal. Selain itu, korek lagi lebih banyak informasi. Coba tanyakan, apakah dia ingin meningkatkan kemampuan atau hanya ingin mencoba sesuatu yang baru?

Pada dasarnya, rasa ingin tahu yang dimiliki anak-anak tergolong besar. Karena itu, begitu dia menentukan pilihan, Anda juga tidak perlu terlalu berharap anak akan berkomitmen untuk bertahan. Lihat saja sisi baiknya, di samping mendapatkan pengalaman baru, hubungan pertemanan anak juga akan menjadi lebih luas. Lagipula, anak hanya perlu memainkan apa yang ia ingin mainkan, dan bukan yang diinginkan orang tua mereka. 

Film Bertema Olahraga
Film-film di bawah ini bisa dijadikan alternatif tontonan keluarga kala senggang. Dan berhubung tema olahraga yang ditampilkan, siapa tahu anak akan terinspirasi.

Remember the Titan (2000)
Apa jadinya saat dua ras, kulit putih dan kulit hitam, digabung dalam satu tim American football? Padahal di masa itu, isu rasisme masih sangat tinggi. Dalam film yang didasarkan pada kisah nyata ini, diperlihatkan bagaimana satu tim yang mulanya saling curiga karena perbedaan ras akhirnya mau saling percaya lalu bekerjasama demi meraih kemenangan.

Miracle (2004)
Film ini juga dibuat berdasarkan kisah nyata, yakni ketika tim hoki es Amerika, yang terdiri dari mahasiswa, berhasil mengalahkan tim terkuat masa itu, yakni Uni Soviet, di Olimpiade. Film ini mengisahkan tentang pelatih dan tim hoki yang bahu membahu dalam mewujudkan mimpi yang hampir mustahil tercapai.

Goal! (2005 dan 2007)
Melalui dua sekuel film sepakbola ini, anak bisa belajar mengenai pentingnya kerja keras dalam meraih mimpi. Layaknya Santiago, tokoh utama film ini, yang akhirnya berhasil menjejakkan kaki di klub Newcastle United. Film ini juga sempat mampu menghibur mata karena menampilkan David Beckham, Zidane, dan Alan Shearer.

Share artikel ini:

Artikel Terkait