Merawat Mahkota Si Kecil

Tidak sedikit orangtua yang kuatir melihat rambut buah hatinya yang tipis. Namun Anda jangan dahulu kuatir karena di bawah ini ada beberapa penjelasan mengenai seluk beluk mahkota si kecil. Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut anak, yaitu keturunan, kesehatan, dan lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor yang sudah merupakan sebuah pemberian. Bila Anda memang mempunyai mahkota yang tipis, kemungkinan besar buah hati Anda juga akan mengikuti. Namun Anda jangan menyerah dahulu, masih ada dua faktor lain yang mungkin masih bisa Anda usahakan.

Pada anak kurang gizi, maka tekstur rambutnya pun akan terpengaruh. Biasanya rambut anak kurang gizi akan berwarna merah, kering, lebih mudah patah, tipis, dan mudah rontok. Sedangkan lingkungan, dapat mempengaruhi dalam hal berapa banyak anak terkena sinar matahari atau polusi.

Setelah tahu beberapa faktor yang mempengaruhi, berikut ada sejumlah usaha yang dapat Anda coba agar rambut si kecil tumbuh sehat dan tebal. Pertama, makanan bergizi. Pola makan yang sehat dan bergizi sudah mulai dikonsumsi sejak ibu hamil, yaitu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti nasi dengan lauk-pauk hewani, nabati, sayuran, buah dan susu.

Makanan yang direkomendasikan antara lain air rebusan kacang hijau. Anda dapat mengonsumsi seminggu sekali selama kehamilan karena kacang hijau merupakan sumber makanan nabati yang kaya kalori, protein, vitamin dan mineral yang diperlukan juga untuk pertumbuhan rambut maupun bagian-bagian tubuh janin lainnya.

Setelah bayi Anda lahir, tidak hanya makanan yang menjadi fokus utama, namun juga perawatan kulit kepala dan rambutnya. Anda sebenarnya cukup melakukan keramas. Karena umumnya, sampo anak bisa dipakai setiap hari tanpa menimbulkan gangguan. Namun sampo anak yang baik biasanya juga dapat membersihkan minyak dan sisik kepala. Selain itu juga membuat rambut bayi jadi lebih lemas, gampang disisir, dan tidak kusut. Untuk balita, pemakaian sampo biasanya memiliki ragam wangi dan warna yang lebih banyak. Sehingga Anda pun dapat memilih jenis shampoo yang menarik perhatiannya.

Mengenai perangsang rambut anak agar tumbuh lebat tidaklah disarankan, khususnya untuk bayi dan anak yang sensitif terhadap alergi. Sebaiknya, anak yang punya riwayat alergi tak usah diberi hair tonic atau hair lotion. Pemakaian sampo pada anak, sebaiknya tidak terlalu lama. Satu menit saja sudah cukup, setelah itu dibilas. Urutan yang baik, yaitu selesaikan dulu keramas, baru kemudian mandi. Karena busa sampo bisa saja mengganggu anak, sehingga membuatnya tak nyaman, bahkan trauma.

Sampo yang baik bagi anak tidak menimbulkan efek samping apa pun. Seperti anak tidak merasa gatal atau muncul bengkak kemerahan. Mitos tentang perawatan rambut bayi dan anak, seperti rambut anak harus digunduli agar tumbuh lebat, tidak sepenuhnya benar. Dari segi medis tidak ada hubungan antara mencukur rambut dengan rambut tebal.

Rambut pada bayi baru lahir adalah rambut sementara atau velus. Rambut velus ini biasanya sangat halus dan lebih tipis dari rambut tetap. Rambut ini akan rontok dengan sendirinya sebelum anak berusia setahun, kemudian berganti dengan rambut tetap (permanen).

Pada minggu pertama kelahiran, kadang bayi mengalami kebotakan dan ini wajar terjadi. Penyebabnya antara lain karena terlalu lama tidur telentang atau karena gesekan dengan bantal. Tekanan dan gesekan tersebut akan memudahkan velus rontok, sehingga timbul kebotakan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait