Museum Layang-Layang

Kuambil buluh sebatang, kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang….

Penggalan lagu tadi tentu akrab di telinga kita di masa kecil. Dan dulu, permainan layang-layang memang sangat populer, dimainkan hampir semua anak di hampir semua tempat. Namun kini, pamor salah satu permainan tradisional ini makin jarang saja dimainkan anak-anak. Selain keterbatasan lahan terbuka sebagai tempat bermain, waktu orang tua untuk menemani anaknya bermain pun nyaris tak ada. Kalau pulang kerja saja sudah malam, mana bisa main layangan sore-sore, ya kan?

Makin berkurangnya minat atas permainan ini juga membuat layangan makin sulit diperoleh, dan modelnya pun terbatas yang itu-itu saja. Padahal di negara kita banyak sekali jenis layangan tradisional dengan bentuk yang amat menarik. Maka sekelompok pecinta layang-layang yang tergabung dalam Merindo Kites & Gallery pun berinisiatif mendirikan Layang-Layang Indonesia. Dalam situs museum tersebut, Endang W. Puspoyo sebagai pendiri berharap upaya tersebut dapat menambah wawasan masyarakat lewat berbagai informasi, menjadi sumber pengetahuan bagi penggemar layang-layang, sekaligus melestarikan salah satu budaya bangsa.

Jangan membayangkan museum ini sebagai sebuah bangunan megah bertingkat. Kesan hangat dan bersahabat langsung mengemuka karena museum ini berupa sebuah bangunan mungil yang terletak bersebelahan dengan kediaman sang pendiri. Meski mungil, koleksi yang ditampilkan sungguh menarik perhatian. Sekitar seratus layangan tradisional dan modern dari dalam dan luar negeri ditampilkan di museum ini.

Jangan bayangkan bentuk layangan sederhana seperti yang biasa kita lihat. Layangan koleksi museum ini bentuknya amat beragam, bahkan beberapa diantaranya terlihat menakjubkan dan membuat kita bertanya-tanya: apakah layangan ini benar-benar diterbangkan? Di langit-langit pendopo museum misalnya, ada layangan tiga dimensi berukuran besar berbentuk kapal lengkap dengan layar berlapis-lapis, sebuah bendi yang ditarik kuda, capung, hingga kupu-kupu dengan sayap bermotif warna-warni!
Di tiang dan dinding pendopo juga tergantung layangan-layangan dua dimensi dengan berbagai motif dan bentuk, seperti gambar punakawan, kupu-kupu, hingga ikan warna-warni. Sesuatu yang nyaris tak pernah kita lihat atau mainkan sebelumnya.

Di dalam ruangan terdapat lebih banyak lagi koleksi layangan, termasuk sebuah layangan yang terbuat dari dedaunan yang berasal dari lampung. Sederhana namun sangat indah. Tak terbayangkan bahwa layang-layang yang terbuat dari bahan sederhana tersebut mampu mengudara! Di sini juga diperlihatkan berbagai peralatan yang digunakan untuk membuat layang-layang seperti buluh bambu untuk rangka layang-layang hingga cat dan kuas untuk menghias dan mewarnai layangan.

Selainkan ruang pamer layang-layang, museum ini juga dilengkapi ruang audiovisual yang digunakan untuk pemutaran film mengenai sejarah layang-layang dan kegiatan festival layang-layang, serta sebuah ruang workshop yang dapat menampung hingga 100 peserta. Jenis workshop yang ditawarkan cukup beragam, dan bisa dilakukan di museum ini maupun di lokasi yang diinginkan seperti di sekolah atau di tempat penyelenggaraan acara.
Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah tur museum untuk mengenalkan berbagai jenis layang-layang tradisional, kreasi, dan olahraga, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Kegiatan lain yang bersifat kreatif dan edukatif, seperti membuat layang-layang sederhana berbentuk wajik atau layang-layang paperfold yang lebih rumit, hingga melukis layang-layang dengan cat akrilik. Kedua kegiatan ini dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan para pesertanya, jadi tak perlu khawatir anak-anak akan kesulitan.

Bukan hanya itu, jika Anda atau sahabat kebetulan pecinta layang-layang, tempat ini juga terbuka untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun atau pernikahan dengan kapasitas undangan hingga 300 orang. Pasti jadi kenangan tak terlupakan.

Museum Layang Layang
Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu
Jakarta 12450
Tel: 021-7590.4863,  021-765.8075
Fax: 021 - 7590.4863
Jam Buka: 09.00 – 16.00 WIB

Share artikel ini:

Artikel Terkait