Olahraga yang Aman Bagi Penderita Osteoporosis

‘Label’ osteoporosis membuat ruang gerak Anda terbatas? Jangankan berolahraga, melakukan aktivitas harian saja kadang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tapi, apakah itu bisa menjadi alasan bagi para penderita osteoporosis untuk tidak berolahraga? Tentu tidak!

Melakukan olahraga teratur ternyata mampu membantu kita perlambat laju hilangnya massa tulang dan menjaga kesehatan jaringan tulang secara menyeluruh. Tapi ingat, tidak semua olahraga cocok untuk para penderita osteoporosis. Sebab latihan yang tidak tepat justru bisa meningkatkan risiko cedera, seperti gerakan-gerakan yang cepat dan menghentak (seperti berlari dan melompat) atau gerakan-gerakan membungkuk (seperti sit up, golf, tenis, dan bowling). Agar tidak salah pilih, berikut daftar aktivitas fisik yang aman bagi penderita osteoporosis:

Latihan dengan menggunakan beban tubuh.

Aktivitas tubuh ini berarti kita menggunakan kaki dengan menahan berat badan. Latihan ini akan bantu membentuk tulang menjadi lebih padat dan kuat. Coba: Jalan kaki, menari, naik-turun tangga. Selain bertahan pada tubuh, kita bisa kuatkan tulang dengan melakukan latihan angkat beban, seperti menggunakan dumbbell atau resistance band. Teratur melakukan olahraga angkat beban mampu menguatkan otot dan tulang, serta menekan risiko patah tulang.

Dapatkan hasil optimal dengan melakukan latihan ini 2-3 kali seminggu. Untuk beban dan frekuensi latihan kita tingkatkan secara bertahap.

Latihan fleksibilitas/ kelenturan.

Melakukan olahraga seperti senam, tai chi, atau yoga bisa memperkuat tulang dan melenturkan sendi-sendi sehingga tak mudah terjadi cedera. Apabila kekuatan dan daya tahan telah meningkatkan, kita bisa menambahkan waktu latihan. Selain kelenturan, latihan keseimbang juga penting dilakukan untuk memperkecil risiko terjatuh pada penderita osteoporosis.

Share artikel ini:

Artikel Terkait