Patah Tulang Vs Skoliosis

Anak yang terlihat sehat sekalipun bisa saja mengalami gangguan pada tulangnya. Oleh karena itu waspadailah apakah buah hati Anda tumbuh besar dengan kondisi tulang yang sempurna atau tidak.

Seperti yang diungkap oleh Dr. Handrawan Nadesul, kelainan pada tulang bisa dialami anak sejak dari dalam kandungan karena kurangnya asupan kalsium seperti halnya skoliosis. Skoliosis merupakan gangguan tulang di mana struktur tulang belakang miring ke salah satu sisi. Hal ini bisa dikoreksi dengan bantuan tenaga medis.

Ada pula gangguan tulang yang disebabkan karena anak mengalami patah tulang. Patah tulang bisa terjadi akibat trauma benturan, tumbukan keras, atau terjatuh. Oleh karena itu, jika anak Anda kesakitan setelah terjatuh atau menabrak benda keras, jangan dibiarkan sebelum memastikan bahwa dia tidak mengalami patah tulang. Sebab tulang anak belum sekokoh tulang orang dewasa.

Patah tulang tidak melulu bisa dilihat jelas dari luar. Sebagian besar patah tulang tidak kelihatan kalau belum difoto rontgen. Patah tulang yang tidak segera terungkap, memiliki resiko penyambungan tulang yang tidak sempurna. Yang lebih buruk lagi apabila patah tulang tungkai atau lengan terlambat dikoreksi. Besar kemungkinan panjang kedua belah tulang tungkai atau tulang lengan menjadi tidak sama. Jika terjadi pada tungkai, jalan menjadi timpang.

Hati-hati pula dengan pengambilan keputusan mengurut tulang. Tulang yang tadinya mungkin baru retak, bisa berisiko malah patah kalau diurut.  Tidak disarankan mengurut tulang bila anak mengalami patah tulang. Mengurut hanya boleh dilakukan jika sudah pasti hanya terkilir.

Bahaya mengurut tulang lainnya sebelum memastikan apakah tulang tersebut patah atau tidak adalah terjadinya komplikasi. Artinya, yang tadinya hanya patah tulang, setelah diurut patahnya jadi membentuk sudut. Patah tulang komplikasi lebih sulit mengoreksinya.

Patah tulang dapat segera dideteksi bila terjadi pembengkakan, kulit di atas tulang patah tampak kemerahan, dan nyeri timbul bila pada bagian tersebut digerakkan, atau ditekan. Jika kasusnya ringan dan segera terdeteksi, patah tulang tak memerlukan pembedahan, cukup dibidai/digips saja. Demikian pula jika hanya terjadi keretakan tulang belaka. Operasi baru dilakukan jika patah tulang sudah komplikasi, ujung patahan tulang sudah berubah posisi, atau tulang sudah hancur, dan patahannya menonjol menembus kulit.

Penyambungan dan kesembuhan patah tulang pada anak lebih mudah dibanding pada orang dewasa. Umumnya tulang akan menyambung kembali sebelum 6 minggu. Agar patahan tulang tidak berubah posisi, perlu pembebatan (imobilisasi). Selain itu, perlu cukup kalsium dan vitamin C juga agar tulang lebih cepat menyambung kembali.

Share artikel ini:

Artikel Terkait