Pentingnya Olahraga dan Kalsium untuk Si Kecil

Keseimbangan antara stimulasi dan nutrisi sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati. Dengan terpenuhinya kedua factor tersebut, maka diharapkan si kecil tumbuh menjadi sosok yang kuat, sehat, mandiri, dan tangguh.

Salah satu stimulasi yang dapat diberikan pada si kecil adalah latihan jasmani atau olahraga. Dengan latihan jasmani yang cukup, maka akan membuat si kecil menjadi aktif. Seluruh penjelasan ini diungkapkan oleh dr. Ade Tobing,SpKO, seorang dokter spesialis olahraga, pada acara talkshow yang diadakan Dancow Parenting Center dan Delta Radio 99.1 FM pada Kamis, 28 Mei 2009.

Dr. Ade menjelaskan bahwa dengan latihan fisik atau latihan jasmani, maka akan meningkatkan kemampuan jasmani si kecil saat ini dan di masa yang akan datang, karena bias terhindar dari berbagai penyakit. Dengan kata lain, dengan latihan jasmani atau olahraga yang teratur, akan membuat kualitas hidup seseorang menjadi lebih baik, karena akan lebih sehat.

Selain itu, aktivitas fisik yang cukup juga akan meningkatkan metabolisme di dalam tubuh, sehingga akan membuat penyerapan zat-zat gizi juga lebih optimal. Hal ini juga diungkapkan dalam acara yang sama oleh Ir. Mifta Novikasari, seorang Nutrisionist dari PT. Nestle.

Yang Harus Diperhatikan....

Sebelum membiarkan si kecil untuk melakukan aktivitasnya, hendaknya Ibu harus memastikan bahwa si kecil tidak sedang dalam kondisi sehabis makan., karena hal ini berbahaya dan dapat membuat si kecil muntah. Pada saat berolahraga, kebutuhan si kecil akan cairan harus diperhatikan, karena bila terlalu banyak keringat yang dikeluarkan akan membuat si kecil terancam dehidrasi. Dan, setelah selesai berolahraga, hendaklah segera mengganti pakaian yang dikenakan oleh si kecil. Oleh sebab itu, Dr. Ade menyarankan untuk mengenakan pakaian khusus olahraga pada saat itu.
 
Menurut Dr. Ade, kegiatan olahraga dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan. Semua tergantung dari cuaca pada saat itu. Namun, bila cuaca sedang mendukung, usahakanlah untuk melakukannya di luar ruangan. Hal ini dapat memberikan manfaat ganda, yakni selain aktivitas yang dilakukan, anak juga akan mendapatkan sinar matahari, yang berguna bagi metabolisme kalsium. Sinar matahari yang baik dan tidak terlalu menyengat kulit adalah sinar matahari sebelum pukul 9 pagi, dan setelah pukul 5 sore.

Dr. Ade menjelaskan bahwa setiap anak harus melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap harinya. Dan lakukanlah aktivitas fisik yang memang sesuai dengan usia dan kemampuan si kecil. Berikut ini adalah contoh olahraga menurut usianya:

  • Usia 2- 5 tahun : anak sudah dapat melakukan kegiatan motorik sederhana, seperti melompat, melempar, dan berlari. Jadi, kita dapat memberikan stimulasi kegiatan seperti naik turun tangga, melempar bola, bergulir sambil memegang bola.
  • Usia 6-9 tahun : motorik anak sudah semakin baik dan anak sudah mengetahui arah sasaran dengan baik. Pada usia ini, anak sudah mampu menendang atau memasukkan bola sesuai dengan arah yang diinginkan.
  • Usia > 10 tahun : anak sudah mampu mengkombinasikan antara motorik dan kognitifnya, sehingga pada usia ini anak sudah dapat diterangkan mengenai aturan-aturan dalam setiap cabang olahraga yang diikuti.

Sebenarnya, semua jenis olahraga baik untuk anak. Semakin beragam jenis olahraga yang diperkenalkan bagi sang buah hati, maka akan semakin dapat melengkapi manfaat dari setiap olahraga tersebut. Namun, olahraga renang dinilai paling baik oleh Dr. Ade karena dapat melibatkan motorik seluruh anggota tubuh si kecil.

Olahraga Dan Kalsium

Kalsium diibaratkan sebagai bahan bangunan untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang. ” Aktivitas yang dilakukan akan mengaktifkan osteoblast, yakni sel yang berguna untuk memadatkan tulang. Jadi, olahraga yang dilakukan, terutama olahraga yang menimbulkan tekanan, tarikan, dan gesekan pada tubuh akan membuat tulang menjadi lebih kuat. Namun, bila tubuh kekurangan kalsium, maka akan sulit bagi tulang untuk menjadi padat,” demikian papar Dr. Ade.

Oleh sebab itu, kebutuhan tubuh akan kalsium tidak boleh diabaikan. Kalsium merupakan bahan dasar yang diperlukan oleh tulang, sedangkan tulang akan membentuk struktur dari bangunan tubuh kita. Proses pembentukkan tulang sudah terjadi sejak dalam kandungan dan akan terus disempurnakan setelah anak lahir, dan proses ini akan terus berlanjut sampai anak usia pubertas, sehingga kebutuhan akan kalsium tetap harus terpenuhi sampai kapanpun. Dengan terpenuhinya kebutuhan kalsium, maka tubuh tidak akan mengambil cadangan kalsium dari tulang, sehingga akan mencegah pengeroposan tulang.

Sumber makanan yang mengandung kalsium adalah susu dan hasil olahnya, tahu, tempe, daging sapi, ikan teri, sayur-sayuran hijau. Namun, sumber makanan terbaik yang mengandung kalsium adalah susu.

Sebenarnya, dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan, akan membuat semua kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi menjadi terpenuhi. Makanan yang seimbang, yang sebaiknya dikonsumsi oleh si kecil adalah makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan susu. Susunan ini lebih dikenal dengan 4 sehat 5 sempurna. Bila kebutuhan akan zat gizi sudah terpenuhi dari susunan hidangan sehari-hari, maka si kecil tidak memerlukan suplemen kalsium.

Namun, bila ada indikasi kesehatan tertentu yang mengharuskan si kecil mengkonsumsi suplement, maka hendaknya hal tersebut dilakukan sesuai dengan anjuran dokter agar tidak berlebihan, yang dapat membahayakan kerja salah satu organ tubuh. Selain itu, kalsium pada susu lebih mudah diserap daripada kalsium pada suplement.

Bagaimana Bila Si Kecil Tidak Suka Susu?

“ Orang tua harus kreatif,” demikian ungkap Mifta. ” Kita dapat memasukkan susu ke dalam makanan lain yang memang disukai oleh anak, seperti es krim, puding, snack si kecil seperti kroket, risoles, atau kue-kue basah lainnya. Untuk menu-menu kreatif lainnya, dapat diperoleh melalui http://www.dancow.co.id/ .  Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh, karena anak pasti akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya,” lanjutnya.

Jadi, dengan membiasakan mengkonsumsi susu sampai kapanpun adalah salah satu cara bijaksana yang dapat kita lakukan. Dan hanya dengan memberikan 2 – 3 gelas susu setiap harinya sudah dapat memenuhi kebutuhan si kecil akan kalsiumnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait