Pentingnya sarapan bagi anak

Seringkali anak-anak melewatkan waktu makan paginya. Mereka terburu-buru menuju ke sekolah. Berbagai alasan dikemukakan seperti tak sempat, masih kenyang atau masih mengantuk.

Sebenarnya sarapan bagi anak merupakan hal yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Penting untuk pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasannya. Beberapa zat gizi diperlukan untuk pertumbuhannya seperti hidrat arang, protein dan lemak. Gula dalam darah diperlukan untuk kerja otak.

Orangtua harus mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya sarapan. Namun orang tua juga harus menyediakan sarapan yang baik dan cukup bagi anak sesuai keinginan dan kemampuan anak.

Sarapan penting bagi anak

  1. Untuk pertumbuhan.
    Anak masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga membutuhkan kalori dan zat gizi lain yang cukup banyak. Sementara itu, lambung anak tidak terlalu besar volumenya. Akibatnya anak harus makan berkali-kali untuk mencukupi kebutuhannya. Bila anak tidak sarapan berarti frekuensi makannya berkurang satu kali sehingga jumlah asupannya berkurang.
  2. Untuk perkembangan kecerdasan
    Otak memerlukan bahan bakar untuk bekerja. Otak hanya dapat menggunakan gula darah sebagai sumber energinya. Gula darah diperoleh dari hasil pemecahan makanan yang berasal dari hidrat arang. Gula darah hanya dapat dipertahankan sekitar 12-18 jam. Maka bila anak makan terakhir di sore hari, sekitar pukul 10 pagi hari berikutnya gula darah anak sudah sangat rendah. Pada saat itu kemampuan otak menjadi menurun. Akibatnya kemampuan anak menangkap pelajaran menurun dan dapat mengakibatkan rasa sakit kepala. Dari penelitian di ketahui bahwa sarapan meningkatkan daya tangkap verbal anak (kemampuan menyerna cerita) dan kemampuan aritmatika. Anak yang sarapan juga lebih stabil emosinya dan dapat mengikuti pelajaran lebih lama.
  3. Mencegah kegemukan
    Saat anak lapar dan tidak tersedia makanan dari rumah, anak akan cenderung jajan makanan yang manis dan gurih (kemilan, gorengan, minuman soda). Akibatnya terjadi ketidak imbangan gizi dan kelebihan kalori yang dapat memicu kegemukan.
Bagaimana mengajar anak untuk sarapan?
  1. Sediakan waktu sekitar 15 menit untuk sarapan dengan menyesuaikan waktu bangun pagi. Jangan biasakan anak tidur terlalu malam.
  2. Biasakan setiap hari harus sarapan meskipun sedang libur sekolah.
  3. Buatkan sarapan yang sederhana dan mudah untuk dimakan. Makanan yang terlalu padat membutuhkan waktu lama untuk mengunyahnya. sedangkan yang terlalu berlemak membuat anak merasa kenyang berkepanjangan.
  4. Citarasa yang baik dan volume yang tidak terlalu besar perlu diperhatikan. Makan yang terlalu banyak mengakibatkan aliran darah ke otak berkurang sehingga membuat anak mengantuk.
  5. Biarkan anak memilih sarapan yang sudah tersedia, namun kurang bijaksana bila setiap pagi membuat makanan khusus sesuai permintaan anak.
  6. Cobalah beberapa resep baru saat liburan.
Zat gizi yang baik untuk sarapan
Sarapan tidak selalu harus terpaku pada kelengkapan jenis zat gizi. Namun ada beberapa zat gizi yang sebaiknya ada.
  1. Hidrat arang sebagai sumber kalori dan gula darah. Roti, bubur, kentang, buah merupakan sumber kalori yang baik. Makanan yang terlalu banyak mengandung gula akan membuat anak cepat kenyang namun juga mengakibatkan rasa cepat lapar. Sereal merupakan sumber hidrat arang dan kalori yang lengkap karena kandungan zat besi, asam Folat dan serat didalamnya.
  2. Zat besi diperlukan oleh sel darah merah untuk mengikat oksigen. Oksigen sangat diperlukan oleh otak.
  3. Protein merupakan zat pembangun. Susu merupakan sumber protein dan kalsium yang sangat baik bagi pertumbuhan selain mudah dikonsumsi saat sarapan. Roti, bubur dan kentang juga mengandung protein meskipun jumlahnya sedikit.
  4. Kalsium sangat diperlukan anak untuk bertumbuh dan bergerak. syaraf dan otot memerlukan kalsium untuk berfungsi.

Share artikel ini:

Artikel Terkait