Perlukah si kecil tidur siang ?

Tidur bagi makhluk hidup sebuah kebutuhan. Seperti makan dan minum, kebutuhan tidur perlu terpenuhi. Kekurangan tidur bukan saja menjadikan tubuh tidak bugar, pada anak menghambat perkembangannya. Bayi menghabiskan seluruh harinya untuk tidur tentu ada maksud di baliknya. Utamanya, agar otaknya bertumbuh penuh. Untuk mengejar dua tahun pertama sebagian besar perkembangan otak selesai, kecukupan tidur ikut menentukan. Termasuk yang diberikan oleh tidur siang.

BUAT bayi baru lahir sesungguhnya tidak ada yang disebut tidur siang, yang ada terjaga saat menyusui. Selebihnya, mau pagi, mau siang, apalagi malam hari, waktunya habis untuk tidur. Kalau dihitung selama 20 jam bayi baru lahir menghabiskan waktunya untuk tidur.

Semakin bertambah umur bayi, semakin berkurang kebutuhan lama tidurnya. Orang dewasa membutuhkan 8 jam tidur sehari. Anak-anak mestinya lebih lama. Namun sayang tidak semua anak dibiasakan keluarga tidur siang seperti anak-anak zaman dulu.

Dorongan anak untuk tidak mau berhenti bermain salah satu penyebabnya. Hatinya masih terdorong untuk terus bermain sepanjang hari. Godaan bermain anak zaman sekarang jauh lebih besar dan lebih beragam sehingga merongrong kecukupan tidur siang mereka. Apa jeleknya bila anak tidak tidur siang?

Tentu ada beda anak yang terbiasa tidur siang dibanding anak yang sejak kecil tidak dibiasakan tidur siang. Tidur siang selain mencukupi kebutuhan tidur sesuai dengan umur, juga merupakan masa bertumbuh. Kita tahu organ-organ tubuh terus bertumbuh menyempurnakannya sejalan dengan pertambah umur anak. Masa sepanjang tidur turut membantu.

Tidur sendiri merupakan waktu jeda bagi tubuh. IHWAL manfaat tidur siang sudah terungkap di Amerika. Studi Nasional tentang manfaat tidur siang muncul di Washington, DC. Tigaperlima orang Amerika tidak tidur siang, dan produktivitas kerjanya tidak sebagus orang yang tidur siang. Tidak tidur siang juga memperlamban proses bekerja. Survey yang sama juga secara bermakna menemukan manfaat tidur siang. Termasuk studi di Harvard (Medical School).Bahwa tidur siang sungguh diperlukan.

Tidur siang ditujukan pada semua orang dewasa. Terlebih pada usia anak-anak yang sedang menjalani masa pesat-tumbuh. Setelah anak mulai bisa aktif berjalan, lebih sukar mengajaknya tidur siang, padahal mereka masih membutuhkan banyak tidur. Maka kebiasaan tidur siang memang sudah harus dibentuk sejak masa bayi. Caranya?

Berdisiplin mengajak anak tidur siang. Pada jam tidur siang yang tetap waktunya, anak diajak masuk kamar, dan suasana rumah dibangun terasa kondusif untuk tidur. Awalnya mungkin tidak mudah, namun jika kebiasaan tidur siang sudah berhasil terbentuk, selanjutnya tidak sulit mengajak anak tidur siang. Malah kemudian anak sudah minta tidur siang.

Tubuh sebetulnya punya jam biologis harian (circadian). Jam ini dibentuk oleh kebiasaan harian. Jika sudah dibiasakan tidur siang, jam biologis tubuh akan menagih tidur siang.

SATU yang paling penting tidur siang bagi tubuh anak. Laju pertumbuhan tubuh anak yang dibiasakan tidur siang lebih optimal dibanding anak yang tidak tidur siang. Mengapa? Selama tidur lelap hormon pertumbuhan (human-Growth Hormone, h-GH), lebih membanjir dalam darah. Hormon ini yang merangsang pertumbuhan tubuh anak. Maka anak yang terbiasa tidur siang sehingga memenuhi jumlah kecukupan tidur  bertumbuhnya lebih pesat.

Hormon pertumbuhan diproduksi oleh otak. Ia sudah diproduksi sejak anak lahir. Bekerja sama dengan sistem hormonal tubuh lainnya, khususnya hormon gondok, hormon anak ginjal, tulang, dan otot anak bertumbuh pesat. Hormon pertumbuhan yang mendukung pertambahan tinggi badan berangsur menurun fungsinya dengan bertambahnya umur anak, dan terhenti setelah mencapai usia pubertas. Maka anak sudah tidak bertambah jangkung lagi setelah umur 20-an tahun, yaitu terjadi pada saat hormon seksnya mulai aktif.

Jadi alangkah bijaknya bila memberi anak kesempatan untuk bertumbuh lebih optimal dengan cara sederhana dan murah. Tiada pilihan yang lebih praktis daripada mengajaknya biasa tidur siang.

Tidur siang tak perlu berlama-lama, cukup satu-dua jam asal benar-benar lelap. Bukan lamanya tidur yang menentukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap.

Untuk lebih mudah membawa anak jatuh tidur siang, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain dengan gerak badan sepanjang pagi hari, semakin mudah mengajaknya tidur pada siang harinya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait