Santai Bersama Keluarga Besar

Mengajak anak-anak untuk saling mengenal anggota keluarga besar adalah bagian penting dari pendidikan yang perlu dilakukan semua orangtua. Memang ini butuh perjuangan dan pengorbanan, baik waktu, tenaga, atau dana. Tapi biasanya perjuangan itu akan segera terbayar dengan munculnya rasa bahagia, ceria, senang, dan aneka perasaan positif lainnya saat bertemu. Lebih-lebih jika bertemu anggota keluarga yang jarang kita temui. Ini malah luar biasa lagi.

Mengenai bentuk kegiatan yang bisa kita pilih tentu beragam, bisa  mulai dari mengajak mereka silaturrahim biasa di akhir pekan, arisan bulanan, sampai ke reuni tahunan. Memang social media di internet sangat membantu kita untuk dapat terus berhubungan dengan keluarga yang jauh tempat tinggalnya dari kita, atau membantu kita tetap berhubungan meskipun masing-masing sibuk dan tidak ada waktu untuk bertemu, tetapi bagaimana pun juga pertemuan langsung tentu akan lebih berkesan, bukan? Komunikasi yang difasilitasi teknologi apapun belum ada yang mengalahkan atau menggantikan komunikasi ‘yang–bertemu-langsung’.

Karena itu, menyambungkan koneksi ke keluarga besar dalam bentuk pertemuan langsung tetap menjadi sangat penting untuk dilakukan para orangtua. Tentunya dengan juga melibatkan anak-anak, agak anak-anak tetap bisa mengenal saudara-saudaranya.

Kini, katanya semakin banyak jumlah anak yang hanya mengenal bapak-ibunya saja dan saudara kandungnya. Ini mungkin khusus bagi keluarga urban. Kakek-neneknya dan saudara lainnya sebatas tahu saja. Apalagi misalnya bapaknya kakek-nenek atau saudaranya bapak-ibu, bisa-bisa banyak yang sudah tidak mereka kenal lagi. Untuk menghalau krisis pengetahuan semacam ini, saatnya kita harus bertindak. Tentu, ada banyak hal positif lain yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini selain menyambungkan koneksi anak dan keluarga besarnya. Dengan tetap mengenal keluarga besarnya, kita bisa tetap saling tolong menolong jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan.

Karena itu, idealnya, jika kita mampu dari segi banyak hal, kitalah yang menjadi inisiator dan fasilitator pertemuan keluarga besar ini. Kalau belum mampu, kita harus mengambil posisi sebagai orang yang mendukung kesuksesan acara dan berpartisipasi secara aktif. Yang jangan sampai adalah sudah kita kita tidak mampu menjadi inisiator dan fasilitator, kita pun tidak mau membuktikan dukungan dan partisipasi kita terhadap kegiatan yang positif ini. Lebih-lebih kita menjadi pihak yang menghambat.

Memang berkumpul besama keluarga besar identik dengan acara keluarga yang ramai dan merepotkan, padahal seharusnya tidak harus selalu seperti itu. Bisa juga kita menghabiskan akhir pekan dengan bersantai di rumah salah satu keluarga kita. Makan bersama dan anak-anak pun bisa bermain dengan santai. Suasana semacam ini biasanya yang lebih nyaman bagi anak, kita sebagai orang dewasa juga lebih santai tentunya, bisa mengobrol panjang lebar dalam suasana yang menyenangkan. Atau berlibur bersama, baik di rumah atau pergi rekreasi. Melalui kegiatan semacam ini biasanya anak-anak bisa lebih akrab dengan saudara-saudaranya dan mendapat pengalaman yang berkesan.

Memang, niat baik dan tindakan kebaikan saja tidak cukup. Butuh manajemen yang baik agar bisa membuahkan kebaikan. Semoga bisa kita jalankan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait