Sepenting Apakah Liburan Itu Bagi Anda?

Awalnya, kita bekerja mungkin karena memang kebutuhan atau dibutuhkan, yang berarti positif bagi kita. Tapi, bila ini tidak dikontrol, maka keadaannya akan berubah menjadi desakan atau tekanan. Tempat kerja bisa menjadi sumber solusi dan bisa pula menjadi sumber masalah.

Apa dampak negatif bagi perkembangan jiwa ketika tempat kerja sudah berubah menjadi desakan atau tekanan?  Hal ini dapat mengakibatkan pikiran kita kurang bisa membedakan mana yang penting dan mana yang prioritas, mana yang jangka pendek dan mana yang jangka panjang. Hidup kita akan lebih banyak untuk menyelesaikan masalah ketimbang untuk mewujudkan keinginan.
 
Hal lain yang juga menjadi dampak negatif bagi jiwa adalah menurunnya intensitas komunikasi dengan diri sendiri. Arah komunikasi kita akan tertuju pada orang lain. Kita akan memprioritaskan orang lain ketimbang kebutuhan diri sendiri.

Melihat alasan di atas, maka menyempatkan diri untuk menikmati liburan akan menjadi penting bagi kita. Liburan pada hakekatnya bukan mencari ketenangan. Kenapa? Karena jiwa kita akan berkembang secara baik kalau kita dinamis. Karena itu, liburan pun perlu kita pahami sebagai upaya untuk mendinamiskan jiwa.

Agar liburan dapat mendinamiskan jiwa, akan lebih baik kalau mencatat beberapa poin penting terkait dengan rencana atau koreksi-diri. Penting juga mempersiapkan mental untuk merasakan pengalaman / pengetahuan baru. Yang lebih penting lagi adalah memiliki pemahaman dan perspektif baru terhadap tempat kerja sehabis liburan.

Kita biasanya menjadi lebih bijak, lebih mantap atau lebih termotivasi dalam bekerja atau dalam hidup karena kita memiliki pemahaman baru terhadap apa yang sudah biasa kita lakukan. Untuk itu, mari kita jadikan liburan untuk meraih pemahaman baru itu sehingga kita seperti terlahir kembali. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait