Snack Lezat & Sehat untuk Anak

Selain nutrisi dari makanan utama, makanan selingan juga memberi asupan nutrisi penting di masa pertumbuhan. Perlu kecermatan para ibu dalam memilih makanan kecil untuk camilan.

Penerapan pola makan yang baik sudah harus dimulai sejak dini. Selain makan pagi, makan siang dan makan malam, diantara waktu makan tersebut diperlukan makanan selingan. Fungsi makanan selingan adalah sebagai pelengkap makan utama. Karenanya, makanan selingan harus melengkapi menu utama dilihat dari aspek nutrisi.

Syarat Makanan Selingan:
1. Porsi kecil sehingga tidak mengenyangkan.
2. Waktu memberikan makanan selingan jangan terlalu dekat dengan waktu makan utama karena akan menyebabkan anak malas makan.
3. Makanan selingan sebaiknya melengkakapi menu utama, jadi perhatikan susunan menu anak secara keseluruhan dalam satu hari. Jika dalam menu dirasa belum cukup unsur vitamin dan serat, maka makanan selingan bisa berupa puding buah yang kaya akan vitamin dan serat.
4. Terbuat dari bahan yang tidak terlalu manis atau berlemak. Makanan terlalu manis atau berlemak bersifat mengenyangkan sehingga napsu makan berkurang.
5. Variasikan bahan. Contohnya jika snack siang sudah berupa makanan kecil seperti nugget tempe yang kaya protein nabati maka snack sore dipilih es buah untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral. Variasi bahan juga membuat sanck kaya warna sehingga makanan lebih menarik.
6. Variasikan bentuk. Snack untuk si kecil harus memiliki bentuk yang menarik agar anak tidak jenuh dengan makanan selingan yang itu-itu saja.
7. Variasikan teknik pengolahan. Jangan menyuguhkan makanan selingan yang dibuat dengan pengolahan monoton. Misalnya selalu makanan kecil digoreng, selain tidak sehat, anak juga menjadi bosan. Variasikan dengan teknik pengolahan dikukus, dioven, direbus dan sesekali digoreng.
8. Sajikan dalam piranti saji yang menarik sehingga napsu makan anak bertambah. Misalnya piring atau gelas saji bergambar tokoh kartun kesukaan anak.

Pola Makan
Pola makan anak terdiri dari tiga kali makan utama (pagi, siang, malam) dan dua kali makanan selingan (snack). Waktu memberikan makanan selingan adalah diantara dua waktu makan, tepatnya di antara waktu makan pagi dan makan siang serta di antara makan siang dan makan malam. Waktunya jam 10 pagi dan jam 4 sore.

Porsi makana selingan adalah 60 - 100 g. Dari sisi nutrisi, makanan kecil harus melengkapi kebutuhan gizi utama anak. Seperti protein sebagai zat pembangun, karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga, vitamin dan mineral untuk menjaga serta memelihara kesehatan tubuh.

Menu menu makan anak harus mengandung nutrisi yang seimbang. Seperti zat tenaga, pembangun, dan zat pengatur. Sebagai contoh anak usia 7-9 tahun dengan berat badan 24 kg serta memiliki tinggi badan 120 cm. Diperlukan protein 37 g, energi 1900 kkal, vitamin A 400 RE, vitamin C 45 mg dan kalsium 500 mg. Makanan selingan untuk anak disarankan bisa melengkapi sekitar 10% dari total kebutuhan nutrisi tersebut.

Share artikel ini:

Artikel Terkait