Fakta Atau Mitos Manfaat Semut Jepang Untuk Diabetes

Manfaat semut jepang mulai populer sejak pertengahan tahun 2015 karena dipercaya dapat menyembuhkan penyakit diabetes. Sebagian orang yang mengonsumsi serangga ini karena mendengar informasi tentang manfaatnya yang dianggap mampu menurunkan gula darah.

Serangga ini mulanya dikenal dalam budaya oriental memiliki manfaat untuk kesehatan. Terkait manfaat semut jepang, serangga ini dimakan langsung sebagai salah satu alternatif terapi tidak hanya untuk penyakit diabetes, tetapi juga untuk asma, parkinson, arthritis, serta kanker.

Tahukah Ibu, kepopuleran serangga ini untuk menurunkan gula darah manusia ternyata belum disertai oleh bukti ilmiah. Beberapa laporan penelitian dari analisis laboratorium memang menyebutkan bahwa ulomoides dermestoides mempunyai kandungan zat aktif dalam tubuhnya.

Pada tahun 2009 melalui jurnal “Inflammation” , peneliti asal Brazil memang menemukan ekstrak semut jepang yang dianggap memiliki efek anti-inflamasi. Namun, penelitian ini baru mencapai fase awal dan tidak diuji pada manusia, melainkan tikus. Sehingga, belum ada riset mengenai keterkaitan serangga ini dengan kesehatan manusia yang mampu menunjukkan manfaat semut jepang tersebut.

Dengan demikian, walaupun semut jepang telah banyak dikonsumsi sebelumnya secara tradisional di Jepang, Korea, dan Tiongkok sebagai obat, serangga ini belum terbukti secara klinis dapat memberikan dampak positif bagi pasien diabetes serta aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Oleh karena tidak adanya bukti klinis tersebut itulah, semut jepang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh manusia secara berkelanjutan, bahkan untuk mengobati penyakit. Saat ini, ilmu kedokteran memerlukan adanya penelitian berlapis hingga suatu alternatif obat dapat teruji dan diedarkan ke masyarakat luas.

Share artikel ini:

Artikel Terkait