“Me Time” Bisa Jadi Hadiah Istimewa di Hari Ibu

Tidak bisa diragukan lagi peran seorang Ibu yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Ibu menjadi salah satu sosok yang harus siap dan siaga dalam kondisi apapun untuk mengurus segala kebutuhan yang diperlukan anak maupun suami. Hal ini dilakukan setiap hari tanpa mengenal lelah apalagi pamrih. Nah, sudah sewajarnya ada dispensasi untuk Ibu di saat-saat tertentu, kan?

Seperti pada Hari Ibu yang rutin diperingati setiap 22 Desember di Indonesia. Perayaan tersebut memang sangat istimewa untuk memaknai peran seorang Ibu yang sesungguhnya. Berbagai ungkapan dan hadiah untuk ibu pun tak lupa diberikan.

Berbicara mengenai hadiah untuk Ibu, sepertinya tidak perlu direalisasikan dalam bentuk hadiah mahal. Bukan begitu Ibu? Salah satu hadiah untuk Ibu yang juga memiliki makna besar adalah memberikan waktu sepenuhnya untuk memanjakan diri dan bersantai dari rutinitas sehari-hari. Untuk melakukan itu pun, Ibu harus memastikan persiapan untuk ‘me time” tersebut sudah terkontrol dengan baik. Beberapa hal yang penting Ibu siapkan sebelum “me time”, di antaranya adalah sebagai berikut.

Izin Pasangan

Pastikan Ibu sudah mendapat izin dari sang suami tercinta. Selain izin, tentu yang dibutuhkan adalah dukungan dari suami untuk membiarkan pasangannya bepergian dan memanjakan diri. Tidak hanya itu, faktor kepercayaan dan komunikasi juga harus selalu dijaga agar komunikasi dapat berjalan lancar.

Bermusyawarah Terkait Si Kecil dan Kebutuhannya

Jika Ibu terpaksa harus meninggalkan si Kecil, usahakan untuk membicarakan semua kebutuhan si Kecil dengan ayahnya. Jelaskan dengan pasti berapa lama Ibu akan meninggalkan si Kecil serta agenda apa saja yang akan dilakukan di luar rumah nanti. Lebih baik lagi jika pasangan kita mengetahui dengan siapa saja kita pergi nantinya.

Memberikan Contoh Tindakan

Mendelegasikan segala hal yang penting dirasa cukup perlu untuk memberikan contoh. Berikan instruksi secara jelas meskipun harus menggunakan catatan di kertas. Percayakan instruksi Ibu kepada orang yang sudah terlatih, misalnya asisten rumah tangga di rumah yang sudah dipercaya cukup lama, anggota keluarga lainnya, atau kepada pasangan.

Pertimbangkan Usia Si Kecil

Mempertimbangkan usia si Kecil sangat dibutuhkan. Ibu harus tahu pada usia berapakah seorang anak bisa ditinggal dalam jangka waktu yang lama. Lebih baik pula, jika anak sudah mengerti Ibu bisa menjelaskan tujuan sebenarnya.

Durasi Bepergian

Diberikan kesempatan untuk memanjakan diri sendiri, bukan berarti durasi bepergian Ibu boleh dalam waktu yang lama. Setidaknya saat liburan sudah selesai, Ibu harus segera kembali pada rutinitas harian dengan semangat yang baru.

Telepon

Berkomunikasi dengan sewajarnya adalah cara yang tepat untuk tidak membuat orang di rumah cemas. Pastikan juga nomor tersebut selalu bisa dihubungi oleh pihak keluarga di rumah.

Buah Tangan

Sebagai ucapan terima kasih karena telah diberikan waktu berlibur, Ibu bisa membawakan oleh-oleh untuk keluarga di rumah, terutama si Kecil. Tampilkan diri yang ceria dengan semangat yang baru saat kembali menemui keluarga tercinta.

Share artikel ini:

Artikel Terkait