Mengenal Pahlawan Nasional di Uang Rupiah Kertas

Mengajak si Kecil mengenal para pahlawan nasional tidak hanya bisa dilakukan melalui buku pelajaran. Ibu bisa melakukannya melalu benda yang dilihat si Kecil dalam kesehariannya, seperti uang.  Apalagi, pahlawan nasional yang gambarnya terpampang di lembaran uang rupiah kertas yang baru, memiliki cerita perjuangan yang tidak terdapat di buku pelajaran anak usia SD. Padahal, mereka memiliki peran penting bagi bangsa Indonesia. Yuk Bu, ajak si Kecil mengenal para pahlawan nasional ini.

 

  1. Pecahan Rp1.000 kertas: Cut Meutia

Beliau adalah pahlawan nasional wanita kelahiran Aceh tahun 1870 yang melakukan perlawanan terhadap Belanda dalam banyak pertempuran. Cut Meutia menyerang dan merampas pos-pos Belanda sambil bergerak di hutan belantara. Beliau gugur dalam pertempuran di Alue Kurieng melawan Marechausee pada tanggal 24 Oktober 1910.

 

  1. Pecahan Rp2.000 kertas: Mohammad Hoesni Thamrin

Mungkin si Kecil akan lebih dulu mengenal nama Thamrin sebagai nama jalan di Jakarta daripada nama pahlawan nasional. Mari perkenalkan jasa beliau sebagai perintis revolusi kemerdekaan Indonesia. Mohammad Hoesni Thamrin lahir di Batavia dari seorang ayah Belanda dan ibu Betawi. Ia adalah tokoh Betawi yang pertama menjadi anggota Dewan Rakyat mewakili pribumi.

 

  1. Pecahan Rp5.000 kertas: Dr. KH. Idham Chalid

Beliau adalah Guru Besar Nahdatul Ulama dan pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia dalam Kabinet Ali Sastromidjojo II dan sekali lagi dalam Kabinet Djuanda. Kemudian beliau juga pernah menjabat sebagai  Ketua MPR dan Ketua DPR.

 

 

 

  1. Pecahan Rp10.000 kertas: Frans Kaisiepo

Beliau adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia. Frans Kaisiepo yang berdarah Papua ini mewakili Papua dalam pembicaraan pembentukan Republik Indonesia pada Konferensi Malino tahun 1946. Beliau pula yang mengusulkan nama Irian yang dalam Bahasa Biak memiliki arti beruap. Frans Kaisiepo menjabat sebagai Gubernur Papua pada tahun 1964-1973.

 

  1. Pecahan Rp20.000: Dr. G. S. S. J. Ratulangi

Beliau adalah Gubernur pertama Sulawesi yang juga seorang aktivis kemerdekaan Indonesia. Beliau dikenal dengan filsafatnya “manusia baru dapat disebut sebaga manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia.” Dr. G. S. S. J. Ratulangi yang berdarah Sulawesi ini meninggal pada tanggal 30 Juni 1949 di Jakarta ketika ditawan oleh musuh dan dimakamkan di Tondano.

 

  1. Pecahan Rp50.000: Ir. H. Djuanda Kartawidjaja

Beliau dilahirkan di Tasikmalaya pada tanggal 14 Januari 1911. Sumbangan terbesar yang beliau berikan dan menjadikannya pengukuh kedaulatan Indonesia adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang  menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

 

  1. Pecahan Rp100.000: Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta

Nah, dua tokoh yang ini tentu tidak asing bagi si Kecil. Mereka adalah dua proklamator Indonesia. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 dan merupakan Presiden pertama Indonesia yang menjabat pada tahun 1945-1966. Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 dan merupakan Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

Share artikel ini:

Artikel Terkait